Proyek Kantor Dinkes Rp7,1 Miliar Mulai Dikerjakan di Siraman
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Ilustrasi/JIBI-Solopos
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memulai layanan Identitas Kependudukan Digital atau KTP Digital mulai awal 2023. Aktivasi layanan ini diklaim mudah karena seperti pengajuan pinjaman online (pinjol).
Analis Kebijakan Ahli Muda Sub Koordinasi Kelompok Substansi Pengolahan dan Penyajian Data Kependudukan Disdukcapil Gunungkidul, Anton Wibowo, mengatakan program KTP digital sudah mulai diberlakukan. Warga dipersilakan mengurus ke kapanewon atau Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul.
Menurut dia, pengurusan KTP digital sangat mudah karena prosesnya tidak beda jauh dengan pengajuan pinjaman online. Syarat utama mengurusnya, yakni memiliki smartphone serta sudah memiliki KTP-el.
“Nanti tinggal download di Playstore, isi data trus scan barcode di kapanewon atau kantor dukcapil. Selain itu, ada juga verifikasi data dengan swafoto yang diunggah ke aplikasi,” katanya kepada wartawan, Kamis (12/1/2023).
BACA JUGA: Tol Terpanjang Kedua di Indonesia Tersambung Tol Jogja Solo dan Jogja Cilacap, Ini Jalurnya
Anton menjelaskan, progam Identitas Kependudukan Digital (IKD) tidak menghilangkan fungsi KTP-el. Keduanya saling melengkapi karena untuk KTP digital lebih mempermudahkan dan memiliki fungsi yang sama.
“KTP-el tetap ada. Sebagai contoh untuk yang mendapatkan surat keterangan perekaman [kehabisan blangko KTP-el], sekarang sudah bisa mencetaknya dan sekalian bisa membuat KTP Digital yang tersimpan di smartphone,” katanya.
Menurut dia, program KTP digital akan terus disosialisasikan ke masyarakat secara luas. “Ini masih baru, jadi kami akan terus sosialisasikan ke masyarakat,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarja. Menurut dia, sosialisasi sangat diperlukan agar masyarakat semakin paham terkait dengan layanan dan kemudahan yang dimiliki dalam program tertib administrasi kependudukan.
“KTP digital mulai dijalankan,” katanya.
Disdukcapil Gunungkidul di akhir 2022 lalu sempat kehabisan blangko pencetakan KTP-el. Selama blangko habis ada 3.663 surat keterangan sebagai KTP sementara.
Meski demikian, Markus memastikan, blangko KTP-el sudah tersedia sehingga sudah mulai dicetak. Bagi warga pemekang surat keterangan diminta mengambil KTP-el di masing-masing kapanewon.
“Tidak hanya mendapatkan KTP-el. Tapi, juga bisa sekalian mengurus KTP Digital yang tersimpan di gawai,” katanya.
Bagini alur aktivitasi KTP Digital
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.