Kemarau Panjang Belum Picu Gagal Panen di Bantul, Petani Ubah Pola Tanam
Kemarau panjang belum memicu gagal panen di Bantul. Petani menyesuaikan komoditas, memilih palawija dan padi berumur pendek.
Suasana audiensi dari jajaran Polres Bantul ke kantor Harian Jogja, Senin (16/1/2023). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA - Kepolisian Resor (Polres) Bantul menyiapkan kesiagaan menghadapi pesta demokrasi lima tahunan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan berlangsung tahun depan. Memasuki tahun politik, potensi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terutama di Bumi Projotamansari yang mengarah pada gesekan dan berujung pada konflik mesti diwaspadai.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry menjelaskan, polarisasi pada tahun politik disinyalir bakal menguat dan cenderung mengarah pada potensi gesekan antar kelompok masyarakat. Fenomena ini mesti mendapat perhatian semua pihak terutama aparat kepolisian untuk mengamankan penyelenggaraan Pemilu agar berjalan dengan optimal.
BACA JUGA : Hadapi Tahun Politik, Polres Bantul Tingkatkan Kesiapsiagaan
Menurut Jeffry, masyarakat harus kritis dengan munculnya isu tertentu baik itu di sosial media maupun media arus utama. Ia bahkan mengajak media arus utama untuk meningkatkan penguatan narasi yang positif pada tahun politik ini demi mendorong penyelenggaraan demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.
"Saya ingin media arus utama bisa menjadi pelopor, tidak hanya sebagai verifikasi atau pengekor saat suatu isu di sosial media viral," jelasnya saat berkunjung ke kantor Harian Jogja, Senin (16/1/2023).
Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono menyebut, sinergi media dengan kepolisian mesti diperkuat apalagi menjelang tahun politik. Menjelang Pemilu semua pihak akan disibukkan termasuk dari jajaran kepolisian dalam hal pengamanan keamanan dan keterriban masyarakat. Jangan sampai akibat lengah, masyarakat terjadi gesekan akibat persoalan sepele yang bisa memicu pertikaian.
BACA JUGA : Polres Bantul Rotasi Sejumlah Pejabat, Ini Daftarnya
"Kami di Harian Jogja berupaya menghadirkan konten yang sesuai dengan realita atau fakta, dan inspiratif. Apalagi di era sekarang dengan kemunculan media online yang sangat bervariasi namun belum diikuti dengan standar Jurnalistik yang memadai. Ini tugas kita bersama untuk menyajikan informasi dan menjaga kondisi di tahun politik sekarang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang belum memicu gagal panen di Bantul. Petani menyesuaikan komoditas, memilih palawija dan padi berumur pendek.
Pesanggrahan Ambarketawang di Gamping, Sleman, menjadi pusat pemerintahan pertama Kasultanan Jogja sekaligus cikal bakal Kraton Jogja.
Penumpang WNA KAI Daop 6 mencapai 264.335 orang hingga September 2026, naik 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Riko Simanjuntak mengungkap latihan PSS Sleman selama jeda internasional sangat ketat. Tim bersiap menghadapi PSM Makassar.
Pemkot Jogja menargetkan 15 KKMP unggulan. Satu koperasi tiap kecamatan akan menjadi pilot project dengan pendampingan OPD.
Jalan Gose-Palbapang Bantul akan dilebarkan menjadi empat jalur sepanjang 1,7 km. Jalan dilengkapi median, trotoar, dan PJU untuk mendukung akses Pansela.