Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Ilustrasi lansia./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mewacanakan gagasan pemberian bantuan sosial (bansos) seumur hidup kepada warga lnsia yang sudah tidak produktif.
Terkait dengan hal ini, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Asti Wijayanti justru mengaku belum tahu menahu berkaitan dengan program tersebut. Dia menilai untuk pelaksanaan masih menunggu informasi resmi terlebih dahulu.
“Kalau masih wacana, maka belum bisa menyampaikan. Besok kalau sudah ada kepastian akan kami sampaikan langkah apa yang akan dilakukan,” kata Asti kepada Harianjogja.com, Kamis (26/1/2023).
Meski begitu, dia mengaku siap mendukung Pemda DIY dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Hal ini sejalan dengan program dari Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tentunya kami akan mendukung secara penuh,” katanya.
BACA JUGA: Atasi Kemiskinan di DIY, Sultan Jogja Ingin Beri Bansos Seumur Hidup
Asti mengatakan, untuk permasalahan lansia, hingga sekarang ada 1.760 orang yang berstatus terlantar. Upaya penanganan sudah dilakukan melalui berbagai program.
Sebagai contoh, mayoritas lansia terlantar sudah mendapatkan program bantuan sosial dari Pemerintah Pusat. Selain itu, juga ada bantuan permakanan yang diberikan oleh Pemkab Gunungkidul. “Program bansos dan permakanan masih jalan dan tahun ini masih dilaksanakan,” katanya.
Asti menambahkan, untuk upaya pengentasan kemiskinan memang dibutuhkan kerja sama lintas sektor serta melibatkan peran serta dari Pemerintah Pusat, provinsi hingga kabupaten. “Sudah ada program yang dipersiapkan dan mudah-mudahan jumlah keluarga miskin di Gunungkidul bisa terus berkurang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 mencapai 86%. Pengerjaan kini memasuki tahap pengecoran rigid pavement di atas ring road utara Sleman.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.995 per dolar AS. Pasar menanti data cadangan devisa dan mencermati sentimen global serta Fitch Ratings.
Agrinas Palma Nusantara membuka lebih dari 20.000 lowongan kerja hingga Agustus 2026 untuk mendukung pengelolaan kebun sawit sitaan negara.
Nadiem Makarim melalui tim kuasa hukumnya melaporkan empat hakim PN Tipikor Jakarta Pusat ke Komisi Yudisial terkait dugaan pelanggaran etik.
Kalijawi membuktikan tabungan Rp2.000 per hari mampu mendorong renovasi rumah, memperkuat ekonomi warga, dan menata kampung di Jogja.