Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Ilustrasi aktivitas nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Kecamatan Girisubo, belum lama ini./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Wacana membuat jalur penghubung antara Pelabuhan Sadeng dengan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) disambut baik oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul.
Diharapkan sebelum program dijalankan disertai dengan kajian yang mendalam karena di sekitar pelabuhan ada bentang karst yang masuk kawasan lindung.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidu, Wahid Supriyadi mengaku belum tahu wacana menyambungkan JJLS dengan Pelabuhan Sadeng. Meski demikian, dia mendukung penuh wacana ini untuk mengoptimalkan hasil laut di kawasan tersebut.
Dia menjelaskan, Pelabuhan Sadeng merupakan sentra penghasil ikan utama di Gunungkidul. Sebagai gambaran di 2022 lalu, hasil tangkapan laut mencapai 3.941 ton.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Wacanakan JJLS Nyambung ke Pelabuhan Sadeng
Jumlah paling banyak disumbangkan hasil tangkapan dari Sadeng yang telah memiliki fasilitas lengkap. Total dalam setahun di Pelabuhan Sadeng mampu menangkap ikan sebanyak 3.318 ton. “Makanya kami mendukung adanya rencana menyambungkan pelabuhan dengan JJLS agar aksesnya bisa lebih mudah,” katanya.
Menurut dia, dengan akses yang lebih mudah maka upaya pengembangan di Pelabuhan Sadeng bisa lebih maksimal. Meski demikian, Wahid mengatakan, sebelum dilaksanakan harus disertai dengan kajian yang mendalam.
Kajian diperlukan menyangkut bentang alam karts yang masuk kawasan lindung sehingga peruntukannya tidak bisa diubah dengan sembarangan. “Di sana ada bentang karts dan juga lembah sungai Bengawan Solo purba,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Bappeda Gunungkidul berencana membuat program menyambungkan Pelabuhan Sadeng dengan JJLS.
Kepala Bidang Perencanaan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Agus Sugiarto mengatakan, untuk realisasi program ini, pemkab terus berkoordinasi dengan Pemerintah DIY karena kewenangan pengelolaan Pelabuhan Sadeng berada di provinsi.
Agus mengungkapkan, pembahasan masih dalam perencaan awal sehingga prosesnya masih membutuhkan waktu yang tidak sebentar. “Tujuan membuka akses yang nyambung antara JJLS dengan Pelabuhan Sadeng untuk mengoptimalkan potensi perikanan di kawasan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.