Penerima Bansos Beras Gunungkidul Bertambah 35.000 Keluarga
Bansos beras Gunungkidul naik menjadi 162.274 keluarga penerima manfaat. Penyaluran dimulai 18 Agustus dan ditarget selesai 18 September 2026.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Sebanyak enam rumah di Dusun Bendo, Kenteng, Ponjong rusak akibat diterjang angin kencang, Selasa (28/2/2022). Masyarakat diminta waspadai akan potensi bencana akibat dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.
Sekretaris BPBD Gunungkidul, Subarno mengatakan, sudah mendapatkan laporan berkaitan dengan musibah angin kencang yang terjadi di Dusun Bendo, Kenteng, Ponjong. Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB. Total ada enam rumah warga yang rusak terdampak angin kencang,” kata Subarno kepada wartawan, Selasa sore.
Dia menjelaskan, kerusakan yang terjadi didominasi di bagian atap. Diperkirakan kerugian akibat peristiwa ini mencapai Rp6 juta. “Kami sudah mengecek ke lokasi dengan menerjunkan personel. Hingga sekarang upaya penanangan masih berlangsung,” kata Subarno.
BACA JUGA: Angin Kencang, Baliho di Bantul Roboh
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana. “Kehati-hatian dan waspada dibutuhkan untuk menekan dampak dari terjadinya cuaca ekstrem,” katanya.
Menurut dia, dampak dari cuaca ekstrem tidak hanya anging kencang, tapi juga ada potensi lain seperti banjir maupun tanah longsor. Purwono mengakui sudah membuat kajian terkait dengan potensi bencana di Gunungkidul.
Untuk banjir potensinya ada di sepanjang aliran Kali Oya. Selain itu, juga ada beberapa titik di Kapanewon Girisubo.
Potensi longsor didominasi di zona utara Gunungkidul, meliputi Kapanewon Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong. “Untuk angin kencang potensinya menyebar di seluruh wilayah di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos beras Gunungkidul naik menjadi 162.274 keluarga penerima manfaat. Penyaluran dimulai 18 Agustus dan ditarget selesai 18 September 2026.
BPS menjelaskan desil DTSEN sebagai posisi relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan.
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
Kulonprogo membangun irigasi perpipaan gravitasi senilai Rp485 juta untuk mengatasi krisis air sawah padi di wilayah perbukitan.
DPR menilai penindakan TPPO modus pengantin pesanan penting untuk melindungi korban dan mencegah eksploitasi serta kekerasan.
DPRD Sleman berharap investasi kereta gantung Prambanan Rp200 miliar menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan UMK masyarakat.