165 Bidan Buka Praktik Mandiri di Sleman, Dinkes Lakukan Pengawasan
Dinkes Sleman mencatat 165 bidan membuka praktik mandiri. Pengawasan dilakukan melalui puskesmas dan terintegrasi dengan SISDMK.
TRC BPBD Bantul mengasesmen lokasi tanah longsor di Dusun Pancoran, Kalurahan Terong, Dlingo, Kamis (2/3/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Tanah longsor di Dusun Pancoran, Kalurahan Terong, Dlingo, Kabupaten Bantul yang terjadi pada 14 Februari 2023 lalu, hingga kini belum juga ditindaklanjuti oleh petugas terkait. Padahal jika tidak segera ditindaklanjuti, dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan di tempat yang sama.
Komandan TRC BPBD Bantul, Sulistiyanta mengatakan bahwa jawatannya telah melakukan asesmen pada Kamis (2/3/2023) pukul 11.35 WIB.
“Longsor itu kan sebelumnya menyebabkan sebagian bahu jalan penghubung ke arah Jatimulyo ambrol. Penyebabnya, hujan yang terjadi dengan intensitas tinggi, sehingga tanah jadi labil,” kata Sulistiyanta, Kamis.
BACA JUGA: Hujan Deras Sebabkan 15 Longsor di Gunungkidul
Sulistiyanta mengatakan bahwa apabila tanah longsor tersebut tidak segera ditindaklanjuti dan hujan terus turun dengan intensitas tinggi serta lama, maka dapat mengakibatkan longsor susulan dan dapat mengikis bahu jalan kembali.
Dia menjelaskan bahwa pihak kalurahan telah mendatangi lokasi longsor, akan tetapi hingga sekarang belum ada tindak lanjut. Luasan jalan yang longsor tersebut memiliki panjang sepuluh meter, tinggi tujuh meter, lebar dua meter.
Sementara itu, Lurang Terong, Sugiyono mengatakan bahwa jawatannya pernah mengajukan bantuan perbaikan jalan ke Pemda DIY, tetapi setelah disurvei ternyata tidak lolos.
“Kami sudah pernah mengajukan bantuan. Pernah melalui PIK [Pagu Indikatif Kecamatan] atau Musrenbang kapnewon untuk diteruskan ke tingkat kabupaten. Selain itu, kami juga mengajukan ke Pemda DIY. Itu sudah disurvei tetapi tidak lolos. Gagal terus lah. Saya tidak tahu kenapa tidak lolos,” kata Sugiyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman mencatat 165 bidan membuka praktik mandiri. Pengawasan dilakukan melalui puskesmas dan terintegrasi dengan SISDMK.
BPS menjelaskan desil DTSEN sebagai posisi relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan.
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
Kulonprogo membangun irigasi perpipaan gravitasi senilai Rp485 juta untuk mengatasi krisis air sawah padi di wilayah perbukitan.
DPR menilai penindakan TPPO modus pengantin pesanan penting untuk melindungi korban dan mencegah eksploitasi serta kekerasan.
DPRD Sleman berharap investasi kereta gantung Prambanan Rp200 miliar menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan UMK masyarakat.