Pemkab Gunungkidul Siapkan Rp168,7 Miliar untuk Gaji PPPK 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp168,7 miliar untuk gaji PPPK 2026. BKAD memastikan pembayaran aman untuk lebih dari 4.000 pegawai.
Warga bersama tim dari BPBD Gunungkidul mengevakuasi material tanah longsor yang menutup jalan antardusun di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Selasa (10/3/2020)./Istimewa/Dokumen BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul sejak Kamis (2/2/2023) sore telah mengakibatkan sejumlah peristiwa mulai dari tanah longsor, pohon tumbang hingga sepeda motor hanyut terbawa banjir.
BACA JUGA: Hujan Dua Hari Sebabkan 14 Longsor di Gunungkidul
Meski demikian, dipastikan dalam peristiwa ini tak sampai menimbulkan korban jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, hingga Jumat (3/2/2023) siang ada 18 peristiwa yang diakibatkan karena hujan deras sejak Kamis sore. Peristiwa yang terjadi didominasi tanah longsor di 15 titik.
Adapun sebarannya di Kapanewon Gedangsari lima titik; Patuk tiga titik; Nglipar dua titik, Ngawen dua titik. Sedangkan kejadian di Kapanewon Semin, Purwosari dan Ponjong masing-masing titik.
Selain tanah longsor, hujan deras juga mengakibatkan pohon tumbang dan menyebabkan kerusakan jaringan listrik di Kapanewon Gedangsari dua titik. Adapun satu peristiwa lagi berkaitan motor hanyut milik warga Bunder, Patuk pada saat menyeberang crossway yang sedang banjir.
“Tidak ada korban jiwa. Pemilik motor yang hanyut juga dilaporkan selamat,” kata Sumadi.
Ia menjelaskan, dampak dari kejadian longsor ada yang merusak dan mengancam rumah warga. Selain itu, material longsoran juga menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu karena jalan yang tertimbun tanah.
Ia menjelaskan, didalam penanganan sudah menerjunkan personel untuk mengasesmen. Selain itu, juga ada bantuan logistik kepada warga terdampak.
“Masih di lapangan dan juga masih mendata terkait dengan adanya kejadian yang lain,” katanya.
Ia berharap kepada masyarakat untuk waspada karena potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. “Harus berhati-hati dan terus waspada agar dampak dari bencana bisa ditekan,” katanya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Gunungkidul, Agus Wibowo Arifianto mengatakan, sudah membuat peta rawan bencana di Gunungkidul. Sebagai gambaran, ancaman longsor didominasi di sisi utara Gunungkidul meliputi Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin hingga Ponjong.
Selain itu, ada juga potensi angin kencang yang tersebar merata di seluruh Gunungkidul. Sedangkan untuk banjir potensinya di aliran Kali Oya serta beberapa titik di Kapanewon Girisubo.
“Potensi dari kegempaan juga ada,” katanya.
Selain terus melakukan sosialisasi tentang potensi kerawanan bencana, juga dilakukan dengan memperluas jaringan kalurahan tangguh bencana. Hingga sekarang sudah ada 83 kalurahan ditetapkan sebagai wilayah tangguh bencana.
“Didalam kalurahan tangguh bencana ada forum pengurangan risiko bencana dan tim penanggulangan. Tim ini akan berperang penting pada saat terjadi bencana di masyarakat sehingga dampaknya dapat ditekan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp168,7 miliar untuk gaji PPPK 2026. BKAD memastikan pembayaran aman untuk lebih dari 4.000 pegawai.
Kenaikan harga Pertamax diprediksi dorong inflasi 2026 hingga 3,3 persen. Dampak terbesar terasa pada Juni hingga Agustus.
Pemkot Magelang kembali meraih opini WTP ke-10 dari BPK atas LKPD 2025. Bukti kuat tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Kenaikan BBM dampak pelemahan rupiah membuat anggaran operasional Pemkot Jogja membengkak. Wamira disiapkan untuk tekan harga kebutuhan pokok.
Apakah 15 Juni 2026 cuti bersama? Simak penjelasan resmi pemerintah soal libur 1 Muharam 1448 Hijriah di sini.
Dana kelolaan reksa dana dolar melonjak 96,8% jadi US$3,16 miliar. Ini faktor pendorong dan prospek investasinya ke depan.