PAD Wisata Bantul Dua Tahun Tak Capai Target, DPRD Soroti Kebocoran
PAD wisata Bantul terancam kembali tak mencapai target. DPRD menyoroti penurunan kunjungan dan potensi kebocoran retribusi.
Kepala DLH Kota Jogja, Sugeng Darmanto saat memberikan keterangan kepada wartawan. /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja berencana mengintegrasikan ruang terbuka hijau publik (RTHP) yang ada di wilayah setempat sebagai wadah pengolahan sampah organik. Program ini mulai dijalankan pada tahun ini dengan target mampu mengurangi sebanyak 50 ton sampah yang dibuang ke TPA Piyungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Sugeng Darmanto menjelaskan, upaya pemilahan merupakan kunci dalam mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPS maupun depo dan juga TPA. Program pemilahan nantinya juga akan didukung dengan upaya pengolahan sampah yang dimulai dari basis kewilayahan.
"Sampah anorganik kan sudah ada bank sampah, pelapak atau pengepul yang berperan dalam melakukan pemilahan. Kemudian pada sampah organik ini yang rencananya akan kita tambah basis pengolahannya," kata Sugeng, Jumat (3/3/2023).
BACA JUGA : Berlaku Mulai Hari Ini! Warga Jogja Dilarang Buang Sampah
Di beberapa wilayah berbasis kampung, program pengelolaan sampah organik dengan berbagai macam metode sebenarnya sudah muncul. Hanya saja, Sugeng menganggap bahwa perlu upaya perluasan agar penyerapan sampah organik sejak dari sumbernya berjalan maksimal di setiap wilayah.
"Rencana ada empat RTHP yang akan kita integrasikan dengan pengolahan sampah organik, tapi baru dua yang cukup siap," katanya.
Dua RTHP itu berada di Warungboto dan satunya lagi di bekas makam Jobrapan yang terletak di Wirobrajan. Keduanya dinilai Sugeng cukup strategis lantaran punya luas yang signifikan dan memungkinkan untuk ditambah fasilitas pengolahan sampah organiknya.
"Mau tidak mau harus seperti itu, kita akan tambahkan dengan fasilitas. Karena kalau tidak seperti itu sayang sekali," katanya.
BACA JUGA : Masalah Sampah Tak Kunjung Usai, Masyarakat Perlu
Penyiapan sarana dan prasarana pendukung akan dimulai pada tahun ini. Masyarakat setempat akan diajak dialog dalam menentukan metode pengolahan sampah yang dinilai cocok untuk diterapkan. Masing-masing RTHP nantinya akan khusus mengolah sampah di sekitar wilayah setempat.
"Karena lokasi kita kan terbatas lahannya. Nanti RTHP itu akan khusus melakukan pengolahan sampah organik terutama yang di kawasan sekitarnya," ucap Sugeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Bantul terancam kembali tak mencapai target. DPRD menyoroti penurunan kunjungan dan potensi kebocoran retribusi.
Rekrutmen CPNS dan PPPK Gunungkidul 2026 belum dipastikan. Pemkab mengajukan 370 formasi, tetapi masih menunggu keputusan pusat.
Simak informasi SIM Keliling Bantul November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 November 2026 tersedia 15 kali keberangkatan. Simak jadwal 13 stasiun dan tarif Rp8.000.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Jalan Usaha Tani Blubuk Kulonprogo mendapat dukungan CSR Pertamina Rp500 juta untuk memudahkan petani dan menggerakkan ekonomi warga.