Cuaca Ekstrem Serang Kolam Gurame Sleman, Tebar Benih Diminta Ditunda
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bantul menemukan pelanggaran prosedur petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) dalam melakukan kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pemilu 2024.
Ketua Bawaslu Bantul, Harlina mengatakan terdapat beberapa pantarlih yang tidak melaksanakan kewajibannya untuk melakukan coklit.
“Jadi pantarlih ini mendispo kewajibannya untuk coklit kepada orang lain yang bukan seorang pantarlih,” kata Harlina dihubungi pada Senin (13/3/2023).
Harlina menambahkan bahwa pengawasan yang dilakukan Bawaslu saat ini merupakan pengawasan pemutakhiran data pemilih (mutarlih) sub tahapan coklit yang mekanismenya dilakukan oleh Pantarlih.
“Pantarlih itu dibentuk PPS di masing-masing kalurahan di Kabupaten Bantul. Dari proses analisis sementara kami ada beberapa dugaan pelanggaran. Satu diantaranya adalah ada proses coklit yang tidak dilakukan pantarlih yang secara formal di SK-kan tapi justru dilakukan orang lain yang secara legal formal tidak punya kekuatan untuk melakukan tugas coklit,” katanya.
Dia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran administrasi. Pengawasan uji petik yang mengungkap pelanggaran oleh pantarlih tersebut dilakukan kepada para warga yang telah melalui proses coklit. Beberapa alasan yang mendasari maladministrasi yang dilakukan pantarlih antara lain padatnya kegiatan atau sibuk dan khilaf.
“Nah, dari hasil uji petik ini didapatkan bahwa memang benar ada pantarlih yang maladministrasi dalam melakukan coklit. Ada lah pelanggarannya di beberapa Kapanewon,” ucapnya.
Harlina mengatakan bahwa pantarlih yang diduga melakukan maladministrasi tersebut telah mengakui bahwa mereka mendispo kewajiban coklit kepada pihak lain yang bukan seorang pantarlih. Saat ini Bawaslu sedang memberikan saran perbaikan kepada pantarlih melalui PPK dan PPS.
BACA JUGA: Polisi Terduga Penyiksa Terdakwa Klitih Gedongkuning Bakal Disidang
“Karena besok itu terakhir coklit, maka semua hal harus diperbaiki dari apa yang menjadi saran perbaikan jajaran pengawas Pemilu oleh pantarlih yang kemarin maladministrasi,” lanjutnya.
Lebih jauh, Bawaslu telah mengirim surat kepada KPU Bantul untuk memastikan saran perbaikan dari Bawaslu benar-benar ditindaklanjuti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Dua anak pejuang leukemia menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. BPJS Kesehatan membantu meringankan biaya terapi sehingga keluarga fokus mendampingi.
Kongres XI WUJA 2026 di Jogja diikuti lebih dari 1.000 alumni Jesuit dari berbagai negara. Sultan HB X mengajak memperkuat persaudaraan dan kepemimpinan berbasi
Kemantren Umbulharjo memperluas gerakan pilah sampah dari rumah. Pemkot Jogja menargetkan pengurangan sampah organik melalui Mas JOS.
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Geely Coolray resmi meluncur di GIIAS 2026. SUV turbo 174 PS ini dibanderol mulai Rp333 juta dan siap bersaing dengan Honda HR-V hingga Hyundai Creta.