Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Sleman Janji Perkuat Layanan
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Joni Prasetyo (pria berkacamata) saat menerima penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN RI) pada 2019 lalu./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Joni Prasetyo, 28, menjadi salah satu pemuda di Sleman yang patut dicontoh. Dulu, ia pernah menjadi korban klitih namun kini ia melakukan pencegahan dini kenakalan di kalangan remaja.
Sejak 10 tahun terakhir, pemuda kelahiran Sleman 09 Juni 1994 ini fokus melakukan berbagai aktivitas konseling bagi kalangan usia remaja. Selain untuk mencegah kenakalan remaja, itu dilakukan Joni untuk menurunkan kasus pernikahan dini di kalangan remaja .
Ia mengaku mengawali gerakan tersebut sejak di bangku SMA. Waktu itu, Joni melihat teman sebayanya banyak mengalami permasalahan remaja seperti geng sekolah, pernikahan dini, terjebak seks bebas dan Napza.
"Ya berangkat dari pengalaman pribadi. Waktu itu saya di SMA pernah dibully. Saya juga pernah jadi korban klitih. Saya juga pernah menjadi konselor sebaya kepada teman-teman di sekolah," ungkap Joni, Kamis (16/3/2023).
Baca juga: Seluruh Aktivitas di Sungai Lereng Merapi Diminta Berhenti
Kiprah Joni dimulai saat ia berupaya mengubah image negatif remaja di Kapanewon Ngemplak pada 2013-2016. Sebagai Ketua Pusat Informasi dan Konseling Remaja Kecamatan Ngemplak, Joni berupaya merangkul para remaja di Ngempak agar tidak terjebak dalam aktivitas negatif (klitih) dengan berbagai aktivitas positif.
"Waktu itu pada tahun 2013 saya ingat betul kasus pemerkosaan dan disertai pembunuhan yang dialami siswi SMK yang kebetulan remaja di Ngemplak. Saya dan teman-teman remaja lain terus bertindak menginisiasi terbentuknya Pusat Informasi Dan Konseling Remaja di tingkat kecamatan," ceritanya.
Pembentukan Pusat Informasi Dan Konseling Remaja itu, katanya bertujuan untuk wadah oleh dan untuk para remaja agar terhindar dari kasus-kasus seperti kenakalan remaja, seks bebas, pernikahan dini dan penyalahgunaan NAPZA. Usaha Joni itu pun diganjar Penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN RI) pada 2019.
Joni dinilai BKKBN sebagai sosok pemuda yang memiliki Inspirative Movement, Voice Your Right. Penghargaan tersebut diberikan kepada remaja yang mampu memberikan dampak kepada remaja lain atas kegiatan dan advokasi nya sehingga dapat mempengaruhi kebijakan daerah.
Joni pun tercatat sebagai Ketua Forum Generasi Berencana (Genre) DIY periode 2017 - 2020 sebelum menjadi Pengurus Pusat Genre Indonesia. Kini pun, ia dipercaya menjabat Majelis Pertimbangan Organisasi Forum Generasi Berencana Kabupaten Sleman
"Saat ini saya masih memiliki PIK REMAJA binaan di beberapa sekolah dan kelompok masyarakat. Salah satu sekolah binaan saya di SMP NEGERI 1 TURI," ujar Joni. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku Rahasia Sukses Branding UMKM: 16 Rahasia Branding yang Bisa Langsung
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda DIY 11 September 2026 di Kalurahan Baturetno Bantul, lengkap dengan syarat dan rincian biaya perpanjangan.
Jadwal SIM Keliling Polresta Sleman 11 September 2026 di MPP & Satpas, lengkap dengan syarat dan rincian biaya perpanjangan serta SIM baru.
Jadwal SIM Satlantas Polres Kulonprogo 11 September 2026 di Satpas 1450, lengkap dengan rincian biaya perpanjangan dan pembuatan SIM baru.
Jadwal SIM Keliling Polresta Yogyakarta 11 September 2026 di Alkid, MPP, & Satpas, lengkap dengan rincian biaya perpanjangan dan SIM baru.