Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Suasana konfrensi pers Polda DIY terkait penangkapan pelaku mutilasi di Pakem, Sleman pada Rabu (22/3/2023). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, SLEMAN—Penyidikan kasus mutilasi di sebuah hotel di Pakem terus berlanjut. Polda DIY hari ini, Selasa (28/3/2023), bersama psikolog memeriksa psikologi pelaku mutilasi, Heru Prasetyo, 23.
Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra menjelaskan pemeriksaan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung selama lima sampai enam jam. "Menyesuaikan kebutuhan dari tim ahli untuk menganalisa atau meneliti terkait psikologi tersangka," ujarnya Selasa.
BACA JUGA : Pelaku Mutilasi Sleman Ditangkap Saat Sembunyi di Rumah
Pemeriksaan psikologi ini untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka dalam melakukan tindak pidana yang begitu sadis, sehingga nanti akan menjadi bahan pertimbangan hakim dalam memutus kasus tersebut.
Ada dua psikolog yang dilibatkan dalam pemeriksaan ini, dari Surya Anggraeni Center, yang biasa melakukan pemeriksaan psikologi di Polda DIY. "Psikolog independen, yang biasa melakukan tes psikologi di Polda DIY," katanya.
Adapun perkembangan kasus tersebut masih dalam penyidikan. "Untuk perkembangan sampai saat ini masih kami lakukan penyidikan dan bilamana penting nanti akan sampaikan," kata dia.
Seperti diketahui, Heru Prasetyo telah ditangkap polisi pada 21 Maret lalu, di Temanggung, Jawa Tengah. HP disangkakan dengan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP, subsider pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup hingga hukuman mati.
BACA JUGA : Polisi Temukan 62 Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Sleman
Adapun korban Heru Prasetyo yakni AI, 34, dibunuh dan dimutilasi pada Sabtu dan Minggu (18-19/3/2023) di sebuah hotel di Kapanewon Pakem. Pelaku berencana memutilasi korban untuk membuangnya, namun urung dilakukan karena waktu yang terlalu lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
China menolak ikut kampanye sanksi AS terhadap Iran. Beijing memilih mempertahankan hubungan dengan Teheran karena kepentingan energi dan strategis.
Perda Kota Layak Anak Jogja segera disahkan. DPRD mendorong perlindungan anak lintas sektor, data terintegrasi, dan fasilitas ramah anak.
Pidato Prabowo di Senayan menyoroti capaian ekonomi, investasi, MBG, kemiskinan, hingga pemerataan pembangunan setelah 21 bulan pemerintahan.
Sebanyak 17 pengurus PSI Gunungkidul pindah ke NasDem. Mereka mengaku kecewa setelah tak lagi masuk dalam kepengurusan baru PSI.
KPPS menawarkan kredit hingga Rp15 juta tanpa agunan dengan bunga flat 8 persen per tahun. Simak syarat dan skema penerimanya.