Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Suasana konfrensi pers Polda DIY terkait penangkapan pelaku mutilasi di Pakem, Sleman pada Rabu (22/3/2023). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, SLEMAN—Penyidikan kasus mutilasi di sebuah hotel di Pakem terus berlanjut. Polda DIY hari ini, Selasa (28/3/2023), bersama psikolog memeriksa psikologi pelaku mutilasi, Heru Prasetyo, 23.
Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra menjelaskan pemeriksaan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung selama lima sampai enam jam. "Menyesuaikan kebutuhan dari tim ahli untuk menganalisa atau meneliti terkait psikologi tersangka," ujarnya Selasa.
BACA JUGA : Pelaku Mutilasi Sleman Ditangkap Saat Sembunyi di Rumah
Pemeriksaan psikologi ini untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka dalam melakukan tindak pidana yang begitu sadis, sehingga nanti akan menjadi bahan pertimbangan hakim dalam memutus kasus tersebut.
Ada dua psikolog yang dilibatkan dalam pemeriksaan ini, dari Surya Anggraeni Center, yang biasa melakukan pemeriksaan psikologi di Polda DIY. "Psikolog independen, yang biasa melakukan tes psikologi di Polda DIY," katanya.
Adapun perkembangan kasus tersebut masih dalam penyidikan. "Untuk perkembangan sampai saat ini masih kami lakukan penyidikan dan bilamana penting nanti akan sampaikan," kata dia.
Seperti diketahui, Heru Prasetyo telah ditangkap polisi pada 21 Maret lalu, di Temanggung, Jawa Tengah. HP disangkakan dengan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP, subsider pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup hingga hukuman mati.
BACA JUGA : Polisi Temukan 62 Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Sleman
Adapun korban Heru Prasetyo yakni AI, 34, dibunuh dan dimutilasi pada Sabtu dan Minggu (18-19/3/2023) di sebuah hotel di Kapanewon Pakem. Pelaku berencana memutilasi korban untuk membuangnya, namun urung dilakukan karena waktu yang terlalu lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku 1001 Tanya Wakil Rakyat untuk mendorong budaya membaca, literasi masyarakat, transparansi informasi publik, dan pengu
Maverick Vinales menyukai nasi goreng selama MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika. Ia juga menyoroti performanya pada sesi latihan.
Harian Jogja Insights bersama Kemenko PM dan UGM mengulas kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi kendala perizinan, pemasaran, dan pemberdayaan ekonomi masyar
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Panama selatan. Tak ada ancaman tsunami, sementara penerbangan di Bandara Tocumen kembali beroperasi.
Psikolog Efnie Indrianie menjelaskan empat perubahan yang bisa menjadi tanda masalah kesehatan mental dan kapan seseorang perlu mencari bantuan.