Dinkes Sleman Temukan Gejala Depresi pada Ribuan Anak
Dinkes Sleman menemukan gejala depresi dan kecemasan dari skrining 18.845 anak. Deteksi dini dinilai penting untuk kesehatan mental.
Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini/Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pasca penutupan patung Bunda Maria di rumah doa Sasana Adhi Rasa, Kalurahan Bumirejo, Lendah, Kulonprogo, Kapolres Kulonprogo, AKBP Muharomah Fajarini dimutasi dari jabatannya. Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti membenarkan pencopotan tersebut.
“Bu Kapolres pindah tugas ke Polda DIY,” kata Noviartuti dihubungi pada Rabu (29/3/2023).
Kini posisi Kapolres Kulonprogo dijabat oleh AKBP Nunuk Setiyowati. Pencopotan tersebut diduga akibat buntut kasus penutupan patung Bunda Maria setelah adanya protes ormas.
Salah satu warga setempat sebelumnya membenarkan bahwa terdapat rombongan ormas yang datang dua kali. “Benar ada ormas ke sini. Pertama kali pada tanggal 11. Ada 20-an orang pakai sepeda motor dan satu mobil bukaan sekitar jam 12 siang. Mereka luhuran dulu. Lalu seminggu lalu ada tiga mobil dengan 18 sampai 20 orang pas pengajian jam 8.30 malam,” kata warga tersebut.
Dia mengatakan salah seorang dari rombongan itu mengaku datang dari Kota Jogja. “Warga di sini sendiri damai, tidak menolak tempat doa atau patung Bunda Maria itu,” ucapnya.
Baca juga: Ini Kejanggalan Narasi yang Disampaikan Polisi Terkait Penutupan Patung Bunda Maria di Kulonprogo
Seorang lain yang mengetahui kedatangan ormas tersebut mengatakan salah satu orang yang mengaku dari ormas datang pada 11 Maret untuk meminta patung itu dipindahkan atau dibongkar agar tidak terlihat dari masjid. Alasannya, umat Muslim akan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Sepekan berselang, orang-orang ormas itu datang kembali untuk mempertanyakan pembongkaran patung Bunda Maria, atau Dewi Maria dalam istilah Kristen Jawa.
Sementara itu, Kepala Polsek Lendah, AKP Agus Dwi Sumarsangko mengatakan ormas tersebut datang menyampaikan aspirasi masyarakat atas ketidakyamanan mereka tentang keberadaan Bunda Maria. “Mereka menganggapnya mengganggu umat Islam yang melaksanakan ibadah di Masjid Al-Barokah,” kata Agus.
Agus menegaskan patung tersebut tidak ditutup polisi, tetapi oleh pemilik tempat doa. “Kami hanya menyaksikan. Terpal itu juga dipesan oleh pemilik tempat doa dari Jakarta,” katanya.
Malam harinya, Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini menggelar jumpa pers di Mapolres Kulonprogo. Dia meminta maaf atas kesalahan penulisan narasi oleh anggotanya dalam penutupan patung Bunda Maria. Kapolres juga menyebut tidak ada tekanan dari ormas Islam.
“Memang benar ada orang yang mengaku dari ormas yang hadir di sana [tempat doa Sasana Adhi Rasa]. Dia berupaya menyampaikan masukan dari warga. Tidak ada tekanan yang memaksa untuk menutup patung Bunda Maria tersebut apalagi menggunakan terpal,” kata Fajarini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman menemukan gejala depresi dan kecemasan dari skrining 18.845 anak. Deteksi dini dinilai penting untuk kesehatan mental.
Setelah Maulid Nabi 25 Agustus 2026, libur berikutnya baru Natal. Simak jadwal cuti bersama dan peluang libur empat hari.
Baterai iPhone cepat habis? Simak 15 cara menghemat daya mulai dari Mode Daya Rendah hingga mengatur aplikasi dan jaringan.
Tukang becak di Kulonprogo jadi desil 9, anaknya kuliah di UNY dan kesulitan mengakses bantuan pendidikan karena perubahan data.
Thailand wajib menang minimal tiga gol atas Vietnam pada final leg kedua Piala AFF 2026 untuk membalikkan agregat dan merebut gelar.
Ghost in the Cell karya Joko Anwar dikaitkan warganet dengan karhutla Kalimantan yang mencapai 750 hotspot pada 17–19 Agustus 2026.