Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Ilustrasi pernikahan dini/Antara/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengadilan Agama Wonosari mencatat hingga sekarang ada 52 kasus pengajuan dispensasi nikah. Adapun permohonan nikah di bawah umur dilakukan salah satunya karena mempelai perempuan telah hamil duluan.
Panitera Muda PA Wonosari, Khoiril Basyar mengatakan ada tren peningkatan permohonan dispensasi nikah di Gunungkidul. Sebagai gambaran selama kurun waktu empat bulan pertama di 2023 sudah ada pengajuan sebanyak 52 kasus.
Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan periode sama di 2023 yang hanya 49 kasus pengajuan dispensasi. “Kalau perbandingannya ada kenaikan sekitar 6% dibandingkan catur wulan pertama 2022. Pengajuan terbanyak pada Januari dengan jumal 19 kasus,” kata Khoiril kepada wartawan, Jumat (28/4/2023).
Dia menjelaskan, pengajuan dispensasi nikah dilakukan karena mempelai belum cukup umur. Sesuai dengan Undang-Undang No.19/2019 tentang Pernikahan, syarat untuk bisa menikah masing-masing mempelai harus berusia minimal 19 tahun.
Baca juga: Angka Kunjungan di Desa Wisata Kulonprogo Meningkat Ketika Libur Lebaran
“Kalau di bawah ketentuan harus mengajukan dispensasi,” katanya.
Disinggung mengenai jumlah kasus pengajuan di setiap tahunnya, Khoiril mengakui terus fluktuatis. Ia mencontohkan, di 2021 lalu ada pengajuan sebanyak 218 kasus. sedangkan tahun lalu secara total dalam setahun ada pengajuan sebanyak 171 kasus.
“Tidak semua pengajuan dispensasi di Pengadilan Agama akan disetujui,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Humas Pengadilan Agama Wonosari, Mudara. Menurut dia, banyak faktor yang menyebabkan pengajuan dispensasi nikah di Gunungkidul.
Selain adanya perjodohan, juga disebabkan karena pasangan wanita sudah dalam kondisi hamil. “Kebanyakan karena itu [hamil duluan]. Kalau sudah begini maka dispensasi bisa dikabulkan,” katanya.
Meski demikian, Mudara mengakui, tak serta merta pengajuan dapat disetujui semuanya. Pasalnya, keputusan harus melalui sidang peradilan dan keputusan berada pada hakim dengan mengkaji secara mendalam terkait dengan alasan pengajuan dispensasi.
“Harapannya bisa menikah sesuai dengan ketentuan. Tapi, kalau dalam keadaan tertentu seperti kasus hamil duluan, maka bisa dikabulkan pengajuan dispensasinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.