Tarif Pajak Air Tanah Jogja Turun, Ini Besaran Tarif Barunya
Pemkot Jogja menurunkan tarif Pajak Air Tanah menjadi 10% untuk PDAM dan 12,5% bagi badan usaha lain. Kebijakan berlaku sejak Oktober 2026.
Ilustrasi pembangunan pengaman muara Sungai Bogowonto sisi timur./Istimewa-PUPR
Harianjogja.com, KULONPROGO—Proyek pengendali banjir Yogyakarta International Airport (YIA) paket IV di Sungai Serang telah sampai pada pembebasan lahan. Lahan yang telah dibebaskan tersebut akan dibuat menjadi kolam retensi.
PPK Sungai Pantai II BBWSSO, Sony Santoso mengatakan bahwa kolam retensi berkapasitas 115.000 meter kubik yang sementara bernama carik timur tersebut akan dibangun di atas lahan sekitar 4-5 hektare.
“Kolam retensi itu semacam embung atau waduk tetapi berukuran kecil. Itu nanti berguna menampung banjir dari sisi timur YIA yang punya kemungkinan menggenang. Kami telah membebaskan lahan 6-7 meter. Tetapi yang akan kami gunakan untuk kolam retensi hanyak sekitar 4-5 meter,” kata Sony, Selasa (23/5/2023).
BACA JUGA: Trafik Penumpang YIA Terus Meningkat Pasca Lebaran
Lahan warga yang dibebaskan untuk pembangunan kolam retensi tersebut ada sekitar 120 bidang tanah. Dari jumlah tersebut, setidaknya sebesar Rp90 miliar dikucurkan untuk membebaskan lahan termasuk tanaman di atasnya.
Sony menambahkan bahwa anak-anak sungai di sekitar YIA atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang memiliki kemungkinan mampat tidak dapat mengalir ke Sungai Serang. Dari situ, luapan air akan ditampung di kolam retensi.
“Anak sungai yang terdapat di depan bandara itu ada Sungai Turi, Seling, Kalidengen, Kaligintung, dan Kalikebo. Itu sudah kami laksanakan peningkatan kapasitasnya. Sisanya ya tinggal bangun kolam retensi dan ada sedikit lahan yang akan kami bebaskan lagi di sekitar bandara,” katanya.
Air tampungan tersebut kemudian akan dipompa ke Sungai Serang. Pompa yang disediakan sebanyak dua unit dengan kapasitas 1.500 liter per detik. Dengan begitu, potensi banjir di sisi timur YIA dapat diminimalkan.
Lebih jauh, Sony menegaskan sisa lahan pembangunan kolam retensi akan digunakan untuk mendukung potensi pariwisata dengan lanskap baru. “Selain untuk pengendali banjir, sisa lahan kami gunakan untuk mendukung potensi pariwisata,” ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana Proyek Pengendali Banjir YIA Paket IV PT Pembangunan Perumahan, Rizqy Mukhlis mengatakan bahwa anak Sungai Serang telah dilakukan normalisasi termasuk pelebaran dan penguatan tebing sungai. “Secara garis besar kami tingkatkan kapasitasnya anak Sungai Serang itu,” kata Mukhlis, Selasa (23/5/2023).
Mukhlis menambahkan guna mengurangi proses sedimentasi, pihaknya telah memasang groundsill atau ambang di beberapa titik di anak Sungai Serang. Katanya, peningkatan kapasitas anak sungai tersebut merentang sekitar 10 kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menurunkan tarif Pajak Air Tanah menjadi 10% untuk PDAM dan 12,5% bagi badan usaha lain. Kebijakan berlaku sejak Oktober 2026.
Prestasi siswa tak hanya diukur dari keberhasilan masuk PTN. Perguruan tinggi swasta (PTS) juga menawarkan pendidikan berkualitas dan peluang ber
Kemenkeu menilai kepercayaan investor SBN masih terjaga meski yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik ke 7,4% di tengah gejolak pasar.
Pemprov Jawa Tengah menutup sementara jalur pendakian lima gunung menyusul karhutla di Lawu, Sumbing, dan Pakuwaja. Kebakaran Lawu mencapai 230 hektare.
RSJ Grhasia DIY menyiapkan inovasi SIAP Farmasi untuk mempermudah akses obat pasien rawat jalan melalui layanan pengantaran yang aman dan terpantau
Inspeksi mobil sebelum dijual membantu perusahaan mengetahui kondisi aktual armada, memetakan kebutuhan perbaikan, dan menentukan langkah penjualan.