86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Ilustrasi pembangunan pengaman muara Sungai Bogowonto sisi timur./Istimewa-PUPR
Harianjogja.com, KULONPROGO—Proyek pengendali banjir Yogyakarta International Airport (YIA) paket IV di Sungai Serang telah sampai pada pembebasan lahan. Lahan yang telah dibebaskan tersebut akan dibuat menjadi kolam retensi.
PPK Sungai Pantai II BBWSSO, Sony Santoso mengatakan bahwa kolam retensi berkapasitas 115.000 meter kubik yang sementara bernama carik timur tersebut akan dibangun di atas lahan sekitar 4-5 hektare.
“Kolam retensi itu semacam embung atau waduk tetapi berukuran kecil. Itu nanti berguna menampung banjir dari sisi timur YIA yang punya kemungkinan menggenang. Kami telah membebaskan lahan 6-7 meter. Tetapi yang akan kami gunakan untuk kolam retensi hanyak sekitar 4-5 meter,” kata Sony, Selasa (23/5/2023).
BACA JUGA: Trafik Penumpang YIA Terus Meningkat Pasca Lebaran
Lahan warga yang dibebaskan untuk pembangunan kolam retensi tersebut ada sekitar 120 bidang tanah. Dari jumlah tersebut, setidaknya sebesar Rp90 miliar dikucurkan untuk membebaskan lahan termasuk tanaman di atasnya.
Sony menambahkan bahwa anak-anak sungai di sekitar YIA atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang memiliki kemungkinan mampat tidak dapat mengalir ke Sungai Serang. Dari situ, luapan air akan ditampung di kolam retensi.
“Anak sungai yang terdapat di depan bandara itu ada Sungai Turi, Seling, Kalidengen, Kaligintung, dan Kalikebo. Itu sudah kami laksanakan peningkatan kapasitasnya. Sisanya ya tinggal bangun kolam retensi dan ada sedikit lahan yang akan kami bebaskan lagi di sekitar bandara,” katanya.
Air tampungan tersebut kemudian akan dipompa ke Sungai Serang. Pompa yang disediakan sebanyak dua unit dengan kapasitas 1.500 liter per detik. Dengan begitu, potensi banjir di sisi timur YIA dapat diminimalkan.
Lebih jauh, Sony menegaskan sisa lahan pembangunan kolam retensi akan digunakan untuk mendukung potensi pariwisata dengan lanskap baru. “Selain untuk pengendali banjir, sisa lahan kami gunakan untuk mendukung potensi pariwisata,” ucapnya.
Sementara itu, Pelaksana Proyek Pengendali Banjir YIA Paket IV PT Pembangunan Perumahan, Rizqy Mukhlis mengatakan bahwa anak Sungai Serang telah dilakukan normalisasi termasuk pelebaran dan penguatan tebing sungai. “Secara garis besar kami tingkatkan kapasitasnya anak Sungai Serang itu,” kata Mukhlis, Selasa (23/5/2023).
Mukhlis menambahkan guna mengurangi proses sedimentasi, pihaknya telah memasang groundsill atau ambang di beberapa titik di anak Sungai Serang. Katanya, peningkatan kapasitas anak sungai tersebut merentang sekitar 10 kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.