Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Petani di Dusun Gelaran 1, Bejiharjo, Karangmojo sedang memanen padi untuk musim tanam kedua. Rabu (24/5/2023). Harian Jogja/ David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petani di Gunungkidul mulai panen raya padi di masa tanam kedua. Diperkirakan hasil panen berjalan bagus sehingga Dinas Pertanian dan Pangan Optimistis bisa surplus beras.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, tahun ini menargetkan panen padi seberat 301.000 ton gabah kering giling. Di masa panen pertama sudah terpenuhi sekitar 250.842 ton gabah kering giling yang dihasilkan oleh petani.
Selisih target sekitar 50.000 ton ini bisa terpenuhi hingga masa panen ketiga. Untuk sekarang, baru memasuki masa panen kedua.
BACA JUGA: Hindari Gagal Panen, Petani di Lahan Rawan Kekeringan Diminta Tanam Palawija
Total luas lahan di musim tanam kedua sebanyak 8.666 hektare. Dilihat dari pertumbuhan padi, hasil panen kali juga akan optimal karena tidak ada yang terdampak hama maupun kekeringan.
“Saya kira dengan rata-rata produksi enam ton per hektare, maka target bisa terpenuhi. Apalagi di musim tanam ketiga masih ada sawah ditanam padi seluas 668 hektare sehingga gabah yang dihasilkan bertambah,” katanya.
Rismiyadi menambahkan, dengan tercapainya target produktivitas padi maka dipastikan Gunungkidul akan mengalami surplus beras. Hal ini terlihat dari tingkat konsumsi berdasarkan pola pangan harapan di 2022 kebutuhannya mencapai 90 kilogram per kapita per tahun.
Adapun jumlah penduduk di Gunungkidul sekitar 783.738 jiwa. Hal ini berarti kebutuhan warga per orangnya di Gunungkidul mencapai 70.538 ton per tahun.
“Kalau melihat dari produksinya masih surplus sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, ketahanan pangan di Gunungkidul masih sangat kuat,” katanya.
BACA JUGA: Antisipasi Gagal Panen, Dinas Pertanian Lakukan Ini Hadapi Musim Kemarau
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Menurut dia, sudah membuat kajian berkaitan dengan ketahanan pangan. Diperkirakan untuk saat sekarang cadangan pangan yang dimiliki masih bisa bertahan hingga enam bulan ke depan.
“Jadi masih aman dan tidak perlu dikhawatirkan karena cadangan pangan masih mencukupi,” katanya.
Di sisi lain, stok cadangan pangan masih bisa bertambah karena perhitungan belum memasukan hasil panen raya di musim tanam kedua. Dilihat dari kebiasaan, petani tidak akan langsun menjual hasil panen yang dimiliki karena dijadikan stok untuk cadangan pangan.
“Cadangan pangan di Gunungkidul kuat, juga tidak lepas dari kebiasan petani untuk menyimpan hasil panennya,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.