Kemarau, Ratusan Telaga di Gunungkidul Mengering
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
Kebakaran / Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hingga pekan terakhir Mei 2023, Kabupaten Gunungkidul dilanda 22 kasus kebakaran. Menurut catatan UPT Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, kasus kebakaran terakhir menimpa rumah limasan milik warga Kalurahan Girisekar, Panggang pada Selasa (23/5/2023) malam.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Handoko mengatakan, potensi kebakaran di musim kemarau akan semakin tinggi. Dari sisi pemadaman juga lebih sulit dibandingkan dengan saat musim hujan karena ketersediaan air terbatas, serta embusan angin lebih kencang sehingga akan berpengaruh terhadap upaya pemadaman.
“Makanya harus berhati-hati dan waspada akan bahaya kebakaran karena bisa terjadi kapan saja,” kata Handoko kepada wartawan, Rabu (24/5/2023) siang.
Dia menjelaskan, sejak awal tahun hingga sekarang sudah ada 22 kejadian kebakaran. Adapun di 2022 lalu, dalam setahun terdapat 51 kasus kebakaran di seluruh Gunungkidul. “Harapannya tidak bertambah lagi kasusnya,” ungkapnya.
Disinggung mengenai penyebab kebakaran, Handoko mengakui paling banyak dikarenakan faktor kelalaian manusia. Salah satunya dikarenakan lalai mematikan tungku atau kompor saat memasak.
Selain itu, kebakaran juga ada yang dipicu karena adanya aktivitas pembakaran sampah di dekat kandang. “Tidak ditunggu sampai mati hingga menyebabkan kebakaran kadang,” katanya.
BACA JUGA: Kebakaran di Garasi Bus Maju Lancar, Ini Penjelasan Polisi
Adapun faktor paling umum terjadinya kebakaran disebabkan karena korsleting. Oleh karenanya, Handoko meminta kepada masyarakat untuk rutin mengecek instalasi listrik secara berkala serta menggunakan peralatan yang berstandar nasional Indonesia (SNI). “Pemasangan instalasi yang sembarangan bisa memicu terjadinya kebakaran,” katanya.
Meski telah terjadi puluhan kebakaran hingga saat ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Adapun kebakaran terakhir terjadi di Dusun Blimbing, Girisekar, Panggang pada Selasa malam. “Tidak ada korban jiwa, tapi korban menderita kerugian material yang tidak sedikit,” katanya.
Kapolsek Panggang, AKP Anang Prastawa mengatakan, kebakaran terjadi pada rumah limasan milik Suwinarno. Tidak ada yang tahu persis penyebab kebakaran karena peristiwa baru diketahui setelah api membesar.
“Sekitar pukul 19.00 WIB sempat terdengar suara keras dari rumah korban, setelah dicari ada warga yang melihat api mulai membakar,” katanya.
Meski demikian, Anang memastikan kebakaran di Dusun Blimbing ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Pada saat kejadian, korban bersama keluarga tidak berada di rumah. “Total kerugian diperkirakan mencapai Rp175 juta karena rumah beserta isinya terbakar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.
Erina Gudono resmi lulus S2 University of Pennsylvania sambil menjalani peran sebagai ibu bagi Bebingah bersama Kaesang Pangarep.