Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Kondisi bus pariwisata yang terguling di jalan baron kilometer 18 di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Minggu (4/6/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bus pariwisata bernopol G 7360 OE terguling di Jalan Baron Km 18, tepatnya di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Minggu (4/6/2023) sore. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan bus berpenumpang 28 orang tersebut.
Salah seorang penumpang, Sukiman mengatakan bus yang tergelimpang merupakan rombongan keluarga besar asal Kalurahan Kalitirto, Berbah, Sleman yang berwisata ke Gunungkidul. Adapun tujuannya adalah Pantai Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus.
“Kami datang sekitar pukul 08.00 WIB dan pulang sekitar pukul 14.30 WIB. Belum sampai rumah, mengalami kecelakaan di sini [Kalurahan Kemadang] di dekat SDN Rejosari,” katanya kepada wartawan, Minggu.
BACA JUGA: Berikut Insiden Kecelakaan Kereta Api di India dalam 1 Dekade, Tahun Ini Paling Mengerikan
Menurut Sukiman, rombongan terdiri dari 21 penumpang dewasa dan tujuh penumpang anak-anak. “Kecelakaan terjadi karena bus tak kuat menanjak. Tiba-tiba mesin mati dan melaju mundur hingga akhirnya terguling,” ungkapnya.
Dia memastikan seluruh penumpang berjumlah 28 orang selamat. Namun demikian, ada dua orang yang dibawa ke rumah sakit karena syok. “Sebenarnya panik semua. Tetapi, yang sampai syok adalah ibu dan kakak saya,” katanya.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Wawan Anggoro mengatakan seusai mendapatkan laporan, langsung menerjunkan personel untuk mengecek di lokasi kejadian. Hasil pendataan, bus dikemudikan Budiyanto warga Semanu, Gunungkidul.
Menurut dia, kecelakaan terjadi karena bus tak kuat menanjak. Saat mulai mundur, sopr berusaha membanting ke kiri hingga akhirnya terguling.
“Tidak ada korban jiwa. Tapi ada dua penumpang mengalamin syok. Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, keduanya dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Wawan memastikan tidak ada pengalihan arus, meski ada bus terguling di jalur wisata pantai di Gunungkidul. Adapun evakuasi bus masih dalam proses. “Arus lalu lintas ramai dan kondisi masih bisa dilalui sehingga tidak ada pengalihan jalan,” katanya.
Dia berharap kepada pengendara untuk lebih berhati-hati agar peristiwa yang sama tidak kembali terulang. “Jangan lupa mempelajari jalur yang akan dilalui demi keselamatan karena arah pantai banyak tikungan dan tanjakan. Selain itu, kendaran yang dipakai harus rutin diperiksa kondisinya agar performanya tetap optimal,” imbuh Wawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.