Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Ilustrasi tumbler./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mewajibkan semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bantul, kapanewon, hingga kalurahan untuk membawa tumbler atau tempat minum sendiri saat bekerja.
Selain itu, semua organisasi perangkat daerah (OPD) hingga kalurahan juga diminta menyediakan dispenser di kantornya masing-masing.
Upaya terebut merupakan salah satu komitmen Pemkab Bantul dalam mengurangi sampah khususnya sampah plastik untuk menuju Bantul Bersih Sampah 2025 (Bantul Bersama).
Kewajiban membawa tumbler dan menyediakan dispenser di kantor serta tempat rapat itu tertuang dalam pakta integritas yang ditandatangani oleh perwakilan pimpinan OPD, panewu, dan lurah.
Penandatanganan fakta integritas ini dilakukan bersamaan dengan Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun2023 yang dipusatkan di Desa Wisata Watu Gagak, Kalurahan Singosaren, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Selasa (6/6/2023).
BACA JUGA: Masalah Sampah Tak Kunjung Usai, Masyarakat Perlu Memilah Sampah di Rumah
“Ya semua OPD sampai kalurahan wajib menyediakan dispenser air minum di setiap ruang pertemuan, ruang rapat, ruang kerja, dan ASN wajib membawa tumbler atau botol minum pada saat melaksanakan tugas kedinasan,” kata Halim.
Selain mewajibkan ASN bawa tumbler, Halim juga meminta semua ASN mengurangi pemakaian kemasan plastik pada makanan dan minuman, menggunakan jenis kemasan yang dapat didaur ulang seperti daun atau kertas dan sejenisnya pada kegiatan rapat, sosialisasi, pelatihan maupun kegiatan lainnya.
Halim mengatakan berbagai upaya tersebut menjadi komitmen untuk mewujudkan program Bantul Bersama. Ia juga meminta semua pihak melaksanakan komitmen ini agar Bantul Bersama bisa terwujud. Mengingat salah satu caranya adalah merubah budaya masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah rumah tangga.
“Ini kita kawal bersama, bagaimana konsistensi kita, merubah kebudayaan kita dalam mengelola sampah. Karena plastik ini sangat berbahaya untuk masa depan anak cucu kita,” ucapnya.
Lebih lanjut Halim meminta kalurahan dan perdukuhan untuk lebih serius lagi dalam mengelola sampah. Pasalnya sudah ada dana khusus pengelolaan sampah, di antaranya melalui dana Rp50 juta setiap perdukuhan. Sehingga sampah bisa dikelola secara mandiri maupun pihak ketiga
“Kami berkomitmen untuk mengurangi sebanyak mungkin penggunaan plastik, baik kantong plastik maupun kemasan botol plastik. Ini sudah ditandatangani OPD dan Lurah,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho selaku penyelenggara acara mengatakan salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan Bantul Bersama adalah bagaimana merubah kebiasaan masyarakat untuk mau mengolah sampah yang dihasilkan dalam lingkup rumah tangga karena produksi sampah terbesar di Bantul berasal dari rumah tangga.
Menurutnya, sampai saat ini masih banyak masyarakat Bantul yang belum mau untuk mengolah sampah dari rumah. “Contohnya adalah kebiasaan memilah sampah organik dengan sampah anorganik. Lalu mendaur ulang sampah yang bisa sudah terpilah tersebut untuk bisa dimanfaatkan kembali,” katanya.
Karena itu melalui Peringatan Hari Keragaman Hayati dan Lingkungan Hidup Sedunia ini, diharapkan menjadi momentum bersama semua pihak untuk mendukung program Bantul Bersama 2025. Serta menggugah kembali peran pemerintah daerah, kalurahan, swasta dan masyarakat untuk ikut menyukseskan program tersebut.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penanaman pohon penghijauan dan pelepasan burung endemik oleh para pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Gejala penyakit jantung bawaan pada bayi bisa muncul beberapa bulan setelah lahir. Kenali tanda yang perlu diwaspadai dan pentingnya skrining.
Kemensos menargetkan 48 juta keluarga terdaftar di Perlinsos Digital pada akhir 2026. Pendaftaran bukan jaminan otomatis menerima bansos.
Sejumlah akademisi ilmu sosial dan politik berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyoroti kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi
Jogja mulai diguyur hujan pada 24 Oktober 2026. BMKG menyebut hujan dipengaruhi faktor lokal dan mengingatkan potensi cuaca ekstrem.
BPOM menerbitkan 144.863 izin edar pangan olahan pada 2024–2026 serta memeriksa 198 SPPG untuk mendukung keamanan pangan program MBG.