Lima Aksi Gerindra Sleman di Tlogo Putri, dari Tanam Pohon hingga Bagi Sembako
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk wilayah DIY dengan status waspada.
Hal itu berdasarkan hasil pemantauan curah hujan yang dilakukan BMKG hingga Sabtu,10 Juni 2023. Hasilnya, untuk wilayah DIY potensi kekeringan meteorologis sudah berstatus Waspada.
BACA JUGA: El Nino Semakin Menguat, Waspadai Kekeringan selama Kemarau Tahun Ini
"Status Waspada ini artinya telah mengalami HTH >21 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20 mm/dasarian dengan peluang terjadi diatas 70 persen," ungkap BMKG, Sabtu.
Adapun wilayah peringatan dini kekeringan dengan status waspada meliputi Kabupaten Sleman (Prambanan), Kulonprogo (Sentolo), Bantul (Sedayu, Pandak, Imogiri), dan Gunungkidul (Patuk, Playen, Wonosari, Nglipar).
"Peringatan dini kekeringan meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya, dalam jangka waktu yang panjang dengan kurun waktu bulanan, dua bulanan dan seterusnya," ungkap BMKG.
BMKG menghimbau masyarakat serta pemerintah daerah setempat yang berada dalam wilayah peringatan dini untuk mengantisipasi dampak kekeringan meteorologis ini.
Selain di sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, antisipasi harus dilakukan di wilayah dengan pengurangan ketersediaan air tanah (kelangkaan air bersih) serta peningkatan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Bantul terpilih mewakili Indonesia sebagai nominator UNESCO Creative Cities Network 2027 bidang kerajinan dan seni rakyat.
Dinkes Kulonprogo mencatat pemenuhan nakes di Puskesmas baru 53,02%. DPRD mendorong pemerataan tenaga kesehatan dan psikolog klinis.
BPS mencatat 147,99 juta penduduk bekerja pada Agustus 2026. Pertanian menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar dengan 41,73 juta orang.
Kemenhub menyiapkan PPNS dan sistem ETLE HUB untuk menindak truk ODOL, termasuk pengemudi, perusahaan, pemilik kendaraan, dan barang.
Lurah Bohol Margana diberhentikan setelah kasus korupsinya inkrah. Pemkab Gunungkidul segera menunjuk PJ Lurah sebelum PAW pada 2027.