Santri di Sleman Bisa Daftar SPMB Jalur Domisili Wilayah
SPMB Sleman 2026 jalur Domisili Wilayah beri kemudahan bagi santri dan anak panti asuhan untuk mendaftar sekolah. Simak syarat dan jadwal lengkapnya.
Ilustrasi perbaikan jalan./Pixabay-Joshua Woroniecki
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo sedang memperbaiki ruas jalan Tirtorahayu sampai SMA 1 Galur, Kulponprogo. Perbaikan dilakukan untuk mempertahankan kemantapan jalan kabupaten tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulonprogo, Agustinus Nurcahyo Budi Wibowo mengatakan penanganan jalan tersebut dilakukan untuk mempertahankan kondisi jalan. Dengan begitu kenyamanan dan keselamatan pengguna pun terjamin.
“Dengan perbaikan jalan tersebut, maka aksesibilitas masyarakat terjaga. Hal tersebut menjadi wujud pelayanan prima Pemkab Kulonprogo kepada masyarakat,” kata Nurcahyo, Senin (12/6/2023).
Nurcahyo menambahakan bahwa perbaikan ruas jalan Tirtorahayu sampai SMA 1 Galur juga menjadi bentuk pemerataan pembangunan di Bumi Binangun. Katanya, perbaikan tersebut menggunakan APBD Kulonprogo Tahun Anggaran 2023 dengan pagu Rp400 juta.
"Lingkup pekerjaan tersebut sendiri yaitu perkerasan jalan, bahu jalan, sistem drainase, bangunan pelengkap jalan, dan perlengkapan jalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Sleman 2026 jalur Domisili Wilayah beri kemudahan bagi santri dan anak panti asuhan untuk mendaftar sekolah. Simak syarat dan jadwal lengkapnya.
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.