Okupansi Hunian Hotel DIY Naik 90 Persen Saat Long Weekend
Okupansi hotel Jogja capai 90 persen saat long weekend, tren booking last minute meningkat.
Pedagang bawang merah di Pasar Beringharjo.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pedagang bawang merah di Pasar Beringharjo mengeluhkan sepinya pembeli dalam beberapa hari terakhir. Salah satu penyebabnya, diduga adalah melonjaknya harga bawang merah beberapa hari terakhir.
Salah seorang pedagang bawang merah Pasar Beringharjo, Mimin menyampaikan dalam beberapa hari terakhir penjualannya menurun. Mimin menyampaikan penurunan tersebut terjadi saat harga bawang merah berangsur-angsur meningkat beberapa hari lalu. “Sudah beberapa hari penjualan loyo sekali. Seminggu lebih kemarin, minggu ini sepi sekali,” katanya, Selasa (13/6/2023).
Menjelang Iduladha 2023, menurut Mimin harga bawang merah telah mengalami penurunan menjadi Rp30.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp35.000 per kilogram.
Meski begitu, menurut Mimin penjualannya masih sepi. “Belum ada kenaikan [penjualan] malah semakin loyo. Biasanya ini sudah naik, sudah ramai, tapi ini masih sepi,” imbuhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan pedagang Pasar Beringharjo, Endang Mujiwati. Dia menyampaikan dalam beberapa hari terakhir, dia mengalami penurunan omzet hingga 40%. “Bawang merah kadang [penjualan] mencapai 5 kwintal, omsetnya menurun sekitar 40 persen dari sebelum lebaran kemarin,” katanya.
BACA JUGA: Pasar Beringharjo Jogja Hasilkan 2 Ton Sampah per Hari saat Libur Lebaran
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Syam Arjayanti mengakui harga bawang merah sempat melonjak di pasaran beberapa waktu lalu.
Meski begitu, menurut Syam saat ini harganya relatif sudah menurun. “Untuk bawang merah sudah ada penurunan [harga] dibanding beberapa hari yang lalu,” katanya.
Dalam catatannya, harga bawang merah beberapa hari lalu sempat ada di angka Rp40.000 per kilogram, sedangkan saat ini masih ada yang menjual Rp38.000 per kilogram.
Menurut Syam, kenaikan harga tersebut terjadi karena menurunnya suplai bawang merah dari produsen di DIY. Dia menyampaikan sejumlah bawang yang diproduksi di DIY juga dipasok ke sejumlah pasar di Jabodetabek, sehingga penurunan suplai tersebut berpengaruh ke harga bawang merah di pasaran.
“Pangan ini kan sifatnya mobile, produksi bawang merah kami cukup, tetapi ternyata ini [dipasok] ke luar daerah, jadi harganya ikut terpengaruh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Okupansi hotel Jogja capai 90 persen saat long weekend, tren booking last minute meningkat.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.