Jadwal SIM Keliling Sleman 19 Mei 2026: Mitra 10 Jadi Lokasi Layanan
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Sebuah bangunan rusak di wilayah Bantul akibat gempa magnitudo 6,4 Jumat (30/6/2023) malam. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Dampak gempa terkini magnitudo 6,4 Bantul ternyata menimbulkan kerusakan ratusan bangunan yang tersebar di empat kabupaten di DIY. Kerusakan itu bervariasi mulai dari rusak ringan hingga rusak sedang.
Berdasarkan data yang dirilis BPBD DIY hingga Sabtu (1/7/2023) pagi tercatat ada 137 bangunan rusak yang tersebar di empat kabupaten di DIY. Kabupaten Gunungkidul menjadi wilayah paling terdampak dengan catatan data sementara 79 unit bangunan.
Terdiri atas 54 rumah rusak (54 rusak ringan dan 4 unit rusak sedang), kemudian 11 unit fasilitas perkantoran (10 unit rusak ringan dan 1 unit rusak sedang), fasilitas ibadan ada 5 unit rusah ringan, fasilitas usaha rusak 1 unit, kemudian fasilitas Pendidikan dan jaringan listrik masing-masing 1 unit serta kendang ternak rusak 2 unit.
BACA JUGA : Dampak Kerusakan Gempa Magnitudo 6,4 Bantul, Genteng Rontok
“Kemudian untuk Kabupaten Bantul total dampak 35 unit, terdiri atas rumah rusak 31 unit rusak ringan, fasilitas perkantoran 1 unit rusak ringan, fasilitas pendidikan 1 unit rusak ringan, fasilitas usaha 1 unit rusak ringan, tiang listrik 1 unit rusak ringan,” kata Plh Kepala Pelaksana BPBD DIY Danang Samsurizal, Sabtu (1/7/2023).
Adapun untuk wilayah Kulonprogo ada 20 bangunan rusak, terdiri atas 16 unit rumah rusak ringan, fasilitas Kesehatan 1 unit rusak ringan, 1 unit kandang ternak rusak berat dan travo listrik rusak ringan sebanyak 2 unit. Kemudian wilayah Sleman total terdampak ada 3 unit terdiri atas rumah rusak ringan 1 unit, fasilitas Kesehatan rusak ringan 1 unit dan fasilitas usaha rusak ringan 1 unit.
Sebelumnya tempa terkini magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Bantul pada Jumat (30/6/2023) malam. BMKG merilis gempa terjadi pada pukul 19.57 WIB demgan Lokasi 8.63 LS,110.08 BT atau 86 km barat daya dari Bantul. Gempa yang berpusat di Samudera Hindia atau laut selatan DIY ini memiliki kedalaman 25 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, akibat gempa tersebut warga banyak yang berhamburan keluar rumah. Sebagaimana terjadi di Kawasan Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul. Di beberapa gang di wilayah berbatasan dengan Sleman dan Kota Jogja ini banyak keluar rumah. Mereka sebagian besar merasakan guncangan agak cukup lama dibandingkan gempa-gempa yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah DIY.
“Sedang makan tetapi tiba-tiba terdengar suara dari atas genteng, lalu lari keluar lewat pintu samping,” kata Aulia Najwa, Jumat malam.
BACA JUGA : Dampak Kerusakan Gempa Terkini Guncang Bantul: Kerusakan Rumah
Tidak hanya di gang perumahan, beberapa kendaraan roda dua juga tampa berhenti saat melintas di jalanan.
Selain di wilayah Banguntapan, guncangan keras juga dirasakan warga wilayah Trirenggo, Bantul Kota. Warga juga banyak yang berhamburan keluar rumah. “Baru kerja depan laptop ada lindu langsung lari saya sama anak saya,” ujar Istikomah warga Trirenggo Bantul.
Pantauan gempa terkini masih terus terjadi gempa susulan hingga semalam. Tercatat ada 25 kali gempa susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.