Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Komisi IV DPRD Kulonprogo lakukan monitoring dan pengawasan di Puskesmas Kokap II dan SMP Negeri 3 Pengasih pada Jumat (7/7/2023)./Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi IV DPRD Kabupaten Kulonprogo melakukan pengawasan di Puskesmas Kokap II dan SMP Negeri 3 Pengasih pada Jumat (7/7/2023). Dalam monitoring tersebut, Komisi IV menyoroti kondisi sosial dan geografis Kapanewon Kokap yang memunculkan kesulitan tersendiri untuk memberikan fasilitas kesehatan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kulonprogo, Istana menyoroti fasilitas kesehatan yang perlu ditambah akibat medan Kapanewon Kokap yang mayoritas perbukitan. Selain itu pelayanan perlu ditingkatkan agar efektif dan tepat sasaran.
BACA JUGA : Lebaran, Dinkes Kulonprogo Siagakan 2 RSUD
“Di Kokap, secara geografis medan di sana saling berjauhan dan sulit. Mungkin bisa diadakan pelayanan jemput bola atau pelayanan yang lebih mendekatkan kepada kultur warga Kokap yang lebih ramah, tanggap, dan sabar,” kata Istana dihubungi, Jumat (7/7/2023).
Istana menyampaikan agar warga Kokap termasuk tenaga kesehatan sekitar untuk mewaspadai penyakit yang mungkin dapat menjadi wabah seperti antraks di Gunungkidul. Di Kokap, kata dia masih menjadi endemik malaria.
“Kami juga punya data terkait kasus orang dengan gangguan jiwa [ODGJ] di Kokap yang tergolong tinggi. Ini menjadi perhatian kami juga. Hal yang paling pokok untuk dilakukan adalah upaya promotif dan preventif, sehingga tidak terjadi hal yang lebih fatal,” katanya.
Upaya tersebut penting karena pernah terjadi pemasungan ODGJ di Kokap. Pemasungan tersebut menurut Istana merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Pendekatan yang lebih manusiawi justru harus diambil dalam menangani ODGJ, terlebih di sana fasilitas kesehatan belum maksimal.
BACA JUGA : Pansus DPRD Kulonprogo Soroti Pelayanan IGD
Ia menegaskan fasilitas kesehatan di Kulonprogo untuk ODGJ masih kurang. Karena itu hampir semua ODGJ dirujuk ke RSJ Grhasia, Kabupaten Sleman. “Meski begitu, Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang sekarang sedang disiapkan untuk menangani ODGJ. Ada sepuluh kamar, tapi masih menunggu fasilitas pendukung dan dokter-dokternya,” ucapnya.
Ia juga menyoroti keberadaan rumah dinas dokter di belakang Puskesmas Kokap II yang mangkrak. Karena itu, Istana mencoba untuk memanfaatkan rumah tersebut. Hanya saja dia belum tahu apakah akan dilakukan alih fungsi gedung atau penghapusan aset.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.