Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Aktivitas pembangunan Pelabuhan Gesing. Foto diambil pada 30 Juni lalu./Harian Jogja-Davd Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Proses pembangunan Pelabuhan Gesing di Dusun Bolang, Girikarto, Panggang masih berlangsung hingga sekarang. Ditargetkan pengerjaan pembangunan selesai di akhir Oktober 2023.
Kepala Dusun Bolang, Sukirjo mengatakan pembangunan Pelabuhan Gesing masih dikerjakan hingga sekarang. Dari informasi yang ia terima, seharusnya pengerjaan pelabuhan selesai di akhir 2022, tetapi target tersebut meleset. “Buktinya masih dikerjakan hingga sekarang,” kata Sukirjo, Kamis (20/7/2023).
Dia berharap pembangunan pelabuhan bisa diselesaikan sehingga bisa memberikan aspek manfaat bagi warga sekitar. Salah satunya untuk peningkatan kesejahteraan karena dengan adanya pelabuhan roda perekonomian bakal meningkat. “Ya mudah-mudahan tidak hanya jadi penonton sehingga warga dapat ikut merasakan dampak dari pembangunan pelabuhan,” katanya.
BACA JUGA: Pembangunan Pelabuhan Gesing Molor dari Target
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Girikarto, Sumardiyono. Menurut dia, ada beberapa penyebab yang membuatkan proyek molor dari target. Faktor pertama, bantuan di area calon pelabuhan sangat keras yang berpengaruh terhadap pengerjaan.
Adapun faktor kedua disebabkan sumber air di sekitar lokasi. keberadaan sumber ini juga ikut menggangu pegerjaan dan telah dilakukan upaya pembuatan saluran sehingga air langsung bisa ke laut tanpa menggenangi di sekitar pengerukan. “Mudah-mudahan bisa cepat selesai untuk pembangunan pelabuhannya,” kata katanya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Catur Nur Amin saat dikonfirmasi sebelumnya membenarkan pembangunan Pelabuhan Gesing molor dari target.
Menurut dia, ada beberapa kendala yang membuat pengerjaan meleset dari target awal. Selain kemunculan sumber air di area pengerukan, kendala juga disebabkan karena kerasnya bebatuan di sekitar lokasi.
“Meski molor pembangunannya jadi dua tahap. Tahap pertama untuk menyelesaikan kolam pembangunan yang molor. Sedangkan yang tahap dua mengerjakan fasilitas pendukung seperti perkantoran dan fasilitas nelayan,” kata Catur.
Dia menjelaskan, total anggaran yang digelontorkan pembangunan Pelabuhan Gesing hingga sekarang mencapai Rp196 miliar. Ditargetkan pembangunan ini bisa selesai di akhir Oktober mendatang. “Sekarang masih dalam proses. Mudah-mudahan Oktober nanti sudah jadi dan bisa difungsikan sebagai pelabuhan pendaratan ikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
RD Kongo umumkan skuad Piala Dunia 2026, Yoane Wissa jadi andalan. Simak daftar lengkap pemainnya di sini.
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.