Polda DIY Pulangkan 32 Peserta Aksi di Gedung DPRD, Ini Penjelasannya
Polda DIY memastikan 32 peserta aksi di Gedung DPRD DIY telah dipulangkan pada Rabu dini hari. Situasi Malioboro dan Titik Nol kembali normal.
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengentasan kemiskinan di Sleman dinilai membutuhkan pendampingan yang dilakukan secara terus menerus dan perubahan cara pandang masyarakat untuk mampu mandiri ekonomi.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman menilai perhatian terhadap masyarakat miskin tidak dapat dilakukan hanya lewat bantuan yang bersifat materi saja.
Akan tetapi, pendampingan dan edukasi agar masyarakat miskin termotivasi untuk mandiri secara ekonomi juga perlu untuk dilakukan.
Bila bentuk bantuan yang diberikan hanya berwujud bantuan sosial, dikhawatirkan hal ini akan membuat masyarakat ketergantungan tanpa upaya untuk mandiri.
"Kalau bantuannya hanya bantuan sosial, masyarakat akan ketergantungan. Maka masyarakat miskin ini harus didampingi agar mandiri secara ekonomi, salah satunya melalui UMKM," terangnya dalam kegiatan penguatan Tim Penanggulangan Kemiskinan Kapanewon Kalasan, di Kantor Kapanewon Kalasan, Jumat (21/7/2023).
Danang berpendapat salah satu upaya penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan memperbaiki mental dari masyarakat serta peran aktif dari pemerintah.
Dia mengatakan pendampingan terhadap masyarakat miskin perlu dilakukan hingga mereka mampu mandiri secara ekonomi.
BACA JUGA: Besok Minggu Banyak Kegiatan Donor Darah di Jogja, Ini Lokasinya..
Pemkab Sleman mengucurkan sejumlah program untuk menanggulangi persoalan kemiskinan, salah satunya tim Sepeda Mas (Sekretariat Pemberdayaan Masyarakat) yang berkantor di Bappeda Sleman. Tim ini terdiri dari berbagai unsur, seperti akademisi, LSM, pemerintah yang siap memberikan pendampingan yang dibutuhkan terhadap masyarakat miskin di Sleman.
Di sektor pendidikan, upaya menurunkan angka kemiskinan juga dilakukan dengan memberikan beasiswa pendidikan tinggi bagi masyarakat miskin. Total ada sejumlah 161 anak dari keluarga miskin yang diberikan beasiswa oleh Pemkab Sleman untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Amikom Jogkarta.
"Dengan harapan setelah kuliah bisa mendapatkan keahlian dan mendapatkan pekerjaan, sehingga bisa keluar dari kemiskinan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY memastikan 32 peserta aksi di Gedung DPRD DIY telah dipulangkan pada Rabu dini hari. Situasi Malioboro dan Titik Nol kembali normal.
Veda Pratama menghormati pembatalan Moto3 Australia 2026 akibat cuaca buruk meski telah meraih pole position di Phillip Island.
Lomba grafiti dan mural di Cangkringan menjadi wadah kreativitas pemuda Sleman sekaligus meningkatkan kesadaran mitigasi bencana Gunung Merapi.
Ribuan bibit sengon, kopi, kemukus, dan balsa disalurkan kepada kelompok tani di Samigaluh untuk menjaga hutan Menoreh dan ekonomi warga.
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.
Karang Taruna DIY merumuskan rekomendasi untuk memperkuat kepemimpinan perempuan, mulai dari reformasi kaderisasi, penguatan kapasitas