Nisan Makam Mertua Djaduk Ferianto Dirusak, Polisi Turun Tangan
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Kabar duka datang dari lingkungan Pemda DIY. Istri Sekretaris Daerah (Sekda DIY), Beny Suharsono, sekaligus Kepala Jawatan Umum Kemantren Gondokusuman, Condro Asto Siwestri meninggal dunia pada usianya yang ke-55 tahun.
“Pemda DIY turut berduka cita atas wafatnya Ibu Condro Asto Siwestri, pada Minggu, 23 Juli 2023 pukul 00.00 WIB di RSUP dr. Sardjito Jogja,” kata Koordinator Bagian Humas Biro Umum, Humas Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji melalui telepon, Minggu (23/7/2023).
Menurut Ditya, selama ini Condro Asto Siwestri merupakan sosok yang berdedikasi terhadap setiap tugas yang diembannya. “Selama hidupnya, almarhumah merupakan sosok yang baik, dan penuh dedikasi dalam setiap kewajiban, baik kepada negara maupun kepada masyarakat,” katanya.
Ditya pun berharap agar almarhumah khusnulhatimah. “Semoga almarhumah diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala, semua amal kebaikannya dicatat sebagai pahala, segala dosa, dan setiap kesalahan mendapatkan ampunanNya. Dan semogalah pula, Allah Subhanahu wa Ta'ala, mencatat akhir hayat almarhumah, sebagai akhir hayat yang khusnul khotimah,” katanya.
BACA JUGA: Obituari Buya Syafii Maarif dan Kritik Berkemajuan
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Jogja, Dedi Budiono menyampaikan selama hidupnya Condro merupakan pegawai yang bertanggungjawab.
“Almarhumah Ibu Condro Asto Siwestri telah mengabdikan diri pada Pemerintah selama sekitar 35 tahun. Almarhumah Ibu Condro Asto Siwestri selama mengabdi pada Pemerintah Kota Yogyakarta, dikenal sebagai pegawai yang taat, patuh, jujur, disiplin dan penuh tanggung jawab,” katanya.
Condro merupakan lulusan Ilmu Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Semasa hidupnya Condro mengabdi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejak 1991.
Dalam perjalanan kariernya, Condro menjadi CPNS di Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (1991); kemudian pada 1993 dia diangkat menjadi pegawai negeri sipil di Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Kemudian pada 2007, Condro diangkat menjadi Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Klitren; lalu pada 2011 dia diangkat menjadi Sekretaris Kelurahan Klitren, kemudian pada 2014 dia menjadi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional.
Pada 2017, Condro diangkat menjadi Kepala Seksi Data Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jogja, kemudian pada 2018 dia diangkat menjadi Kepala Seksi Pelayanan Informasi dan Pengaduan Kecamatan Gondokusuman. Terakhir Condro menduduki jabatan sebagai Kepala Jawatan Umum Kemantren Gondokusuman sejak 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Kebakaran lahan seluas sekitar 4 hektare terjadi di sejumlah titik wilayah Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul
Suzuki GSX250R-F terbaru hadir dengan mesin VVL 29,2 PS, desain agresif, panel TFT, ABS Bosch, dan harga sekitar Rp50,2 juta.
SK Hynix membahas skema bonus karyawan dengan 60% dibayar saham dan 40% tunai, seiring lonjakan bisnis chip untuk kebutuhan AI.
Roberto Carlos membantah rumor dirinya menjadi mualaf setelah menikahi perempuan asal Maroko. Ia menegaskan sangat menghormati Islam.
Program tersebut menjadi ruang edukasi bagi pasangan suami istri, khususnya untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam kehamilan hingga program Keluarga Berenca