Pilur 2027 Gunungkidul Digelar di 55 Kalurahan, Anggaran Disiapkan
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Gunungkidul menelan bujet sebesar Rp4,9 miliar. Laboratorium ini ditargetkan sudah beroperasi mulai tahun depan.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Sri Agus Wahyono mengatakan proses pembangunan Labkesda sudah dimulai. Diharapkan pembangunan sarana pendukung dalam pengecekan kesehatan bisa selesai di akhir tahun. “Lokasi pembangunan berada di lahan yang rencananya jadi kompleks kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari,” kata Sri Agus, Minggu (30/7/2023).
Dia menjelaskan, keberadaan Labkseda merupakan upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di masyarakat. Pada awalnya, pembangunan fasilitas ini membutuhkan anggaran sekitar Rp18 miliar, tetapi setelah dilakukan kajian ulang kebutuhan anggaran di kisaran Rp5,9 miliar. “Setelah lewat lelang. Alokasi pembangunan hanya menelan biaya sekitar Rp4,9 miliar,” katanya.
BACA JUGA: Jamin Akurasi Pengukuran, 40 Alat Laboratorium Dikalibrasi
Sri Agus menambahkan, pagu ini hanya untuk pembangunan gedung. Di sisi lain dinas kesehatan juga mengadakan sejumlah peralatan guna mendukung pengoperasian di tahun depan. “Jadi secara simultan pengadaannya. Saat bangunan sudah jadi, maka perlatan pendukung sudah siap dan bisa dioperasikan,” katanya.
Disinggung mengenai layanan, ia mengakui ada sejumlah pelayanan yang bisa diakses masyarakat meliputi pengecekan air bersih atau air minum; pemeriksaan makanan dan minuman; bahan tambahan makanan hingga pemeriksaan klinik seperti di puskesmas. “Harapannya dengan layanan ini maka masyarakat atau kelompok usaha tidak perlu jauh-jauh lagi mengecek ke luar daerah. Sebab, fasilitasnya sudah tersedia di Gunungkidul,” katanya.
Sri Agus menambahkan, pemeriksaan atau pengecekan yang pengambilan sampel jauh dari pengujian laboratorium akan berpengaruh terhadap efektiftas hasil pemeriksaan. “Intinya semakin dekat dengan layanan, maka hasilnya akan semakin akurat. Tapi, kalau jauh potensi terkontaminasi sangat mungkin sehingga hasilnya bisa kurang akurat,” katanya.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan pembangunan Labkesda sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat agar setiap daerah memiliki laboratorium kesehatan sendiri. Adapun di Gunungkidul, hingga sekarang belum memiliki fasilitas tersebut secara memadai. “Sebenarnya sudah ada laboratorium, tetapi gedungnya belum sesuai standar. Makanya dibangun gedung untuk Labkesda. Mudah-mudahan semua lancar sehingga pembangunan bisa selesai tepat waktu,” kata Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Basarnas menyiagakan dua helikopter beserta kru dan tim medis untuk mendukung keselamatan MotoGP Mandalika 2026.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Kolaborasi, transfer pengetahuan, serta keterhubungan dengan jejaring pasar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang mampu berkembang
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.