Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja sudah mulai bertahap menambah operasional depo sampah di wilayahnya. Dari lima depo, kini Pemkot Jogja sudah membuka sembilan depo untuk menampung sampah warganya.
Tak hanya menambah operasional depo sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja juga sudah mengangkut berbagai titik sampah di tepian jalan yang sempat mengganggu pengguna jalan. Meskipun sudah membuka lebih banyak depo dan mengangkut sampah di tepian jalan, DLH Jogja mengakui masih ada titik gunungan sampah di wilayahnya.
Pantuan DLH Jogja menyebut gunungan sampah bahkan terjadi di lokasi yang sebelumnya sudah dibuang sampahnya. “Beberapat titik kami angkut sampahnya pukul 09.00 WIB, kami cek pukul 12.00 WIB ada lagi,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Jogja, Ahmad Haryoko, Minggu (30/7/2023).
BACA JUGA: Minta Warga Jogja Tak Buang Sampah di Jalan, PJ Walikota Ajak Bikin Biopori
Haryoko menyatakan ada kemungkinan warga luar Kota Jogja turut membuang sampah di wilayahnya. “Kemungkinan warga luar Jogja membuang sampah di pinggiran jalan ada, karena baru Kota Jogja yang mendapat alokasi sampah ke TPA Piyungan. Jadi mungkin saja warga Bantul atau Sleman berangkat kerja ke Jogja sekalian buang sampah,” kata dia.
Kondisi gunungan sampah yang masih ada di Kota Jogja meskipun sudah mulai dilakukan pengangkutan ke TPA Piyungan, jelas Haryoko, sudah dikoordinasikan dengan Satpol PP Jogja. “Koordinasi sudah dilakukan sejak awal penutupan TPA Piyungan, petugas Satlinmas Depo dari berbagai elemen juga sudah berjaga 24 jam. Artinya memang perlu dilakukan penjagaan lebih ketat lagi,” paparnya.
Sementara itu, Pejabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo menghimbau warganya untuk tak membuang sampah ke tepian jalan. “Daripada membuang ke tepian jalan, lebih baik dimulai membangun biopori agar bisa ditimbun di sana saja. Buang sampah di tepi jalan hanya merugikan kita bersama,” katanya saat sambang warga di Kelurahan Giwangan Sabtu pagi lalu.
Singgih juga mengingatkan warga pinggir sungai untuk tak membuang sampah ke sungai. “Kami sudah berusaha maksimal agar masalah sampah ini segera rampung, alokasi ke TPA Piyungan sudah ada. Sehingga kami himbau menahan diri untuk tidak buang sampah ke sungai, mari bikin biopori saja,” imbaunya saat meresmikan Winongo Jogja River Festival.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.