Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Direktur PDAM Toto Sugiharto (paling depan) bersama dengan Kepala Bidang Keterpaduan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) Serayu Opak Yuliana Tandju saat meninjau lokasi sumber air di Sungai Bawah Tanah Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari. foto diambil Jumat (6/8/2023) / istimewa PDAM Tirta Handayani
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Proyek optimalisasi sungai bawah tanah untuk peningkatan layanan air bersih tidak hanya dilakukan di sumber Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong.
BACA JUGA: Sempat Tertutup Tanah Longsor, Begini Kondisi Akses Jalan Seropan II
Sebab, proyek yang sama tahun ini juga dilaksanakan di sungai bawah tanah Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto mengatakan, optimalisasi sumber di sungai bawah tanah Seropan sudah dimulai. Rencananya optimalisasi juga dilakukan di sungai bawah tanah Ngobaran.
Hal ini ditandai dengan survei yang dilakukan bersama-sama dengan tim dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) meninjau lokasi sumber dan bak penampungan penunjang pada Jumat (4/8/203).
“Tinjauan bertujuan untuk melihat kesiapan dalam proses optimalisasi sumber di Ngobaran,” kata Toto kepada wartawan, Minggu (6/8/2023).
Dia menjelaskan, sungai bawah tanah Ngobaran memiliki debit sekitar 200 liter per detik. Namun hingga sekarang yang dimanfaatkan baru 40 liter per detik dan akan ditingkatkan menjadi 140 liter per detik.
“Jelas untuk membangun sendiri tidak mampu, maka butuh kemitraan dalam meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat di Gunungkidul,” kata Toto.
Hingga kini layanan dari Sumber Ngobaran baru menyasar warga di Kapanewon Saptosari, Panggang dan Paliyan. Ia tidak menampik dengan kapasitas produksi 40 liter per detik, aliran belum sepenuhnya lancar karena ada sistem gilir antar pelanggan.
Namun demikian, lanjut Toto, rencana peningkatan menjadi 140 liter per detik diharapkan aliran ke pelanggan makin lancar. Selain itu, sambungan baru juga bisa menyasar warga di Kapanewon Purwosari.
“Sekarang masih proses lelang dengan alokasi pembangunan Rp30 miliar,” katanya.
Kepala Bidang Keterpaduan Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) Serayu Opak,Yuliana Tandju mengatakan, butuh kolaborasi antara PDAM dan BBWSSO dalam rangka optimalisasi sumber air Ngobaran. Hal ini dilakukan agar layanan ke masyarakat bisa terus ditingkatkan.
“Ke depannya bersama-sama mengupayakan dan mendukung program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan air baku secara berkelanjutan,” katanya.
Dia menjelaskan, optimalisasi di Ngobaran menggunakan dana APBN senilai Rp28,5 miliar. Rinciannya, Rp28,5 miliar untuk pembangunan intake, jaringan perpipaan. Sedangkan sisanya Rp 1,5 miliar untuk biaya konsultan.
“Untuk tahun ini pembangunan bisa diselesaikan. Sedangkan tahun depan dilanjutkan ke sistem perpipaan guna mendukung layanan ke masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.