Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Ilustrasi Vaksin. /FOTO ANTARA -Irwansyah Putra
Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo akan memulai pelaksanaan imunisasi Rotavirus untuk mencegah penyakit diare pada bayi. Pelaksanaan imunisasi itu secara nasional dilaksanakan serentak termasuk di wilayah setempat pada Selasa (15/8/2023).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo Rina Nuryati mengatakan, di wilayahnya total ada sebanyak 200 bayi yang nantinya menjadi sasaran yakni mereka yang lahir mulai tanggal 16 Mei 2023.
"Imunisasi Rotavirus akan kami mulai besok. Tidak dilakukan dalam sehari melainkan sesuai umur sehingga bertahap," kata Rina Senin (14/8/2023).
BACA JUGA : 1,7 Juta Anak Belum Imunisasi Dasar, Daerah Diminta Waspada KLB Difteri
Imunisasi ini dilakukan lantaran kekebalan tubuh yang terdapat pada bayi belum sempurna, sehingga perlu tambahan imunisasi agar tidak gampang terserang diare. Nantinya alokasi vaksin yang disediakan juga bertahap sesuai dengan pelaksanaan vaksin yang juga dilakukan berkala.
"Karena pelaksanaannya bertahap maka alokasi vaksin yang tersedia juga menyesuaikan tahapan. Sebab imunisasi pencegah diare juga diberikan bagi bayi usia 2, 3 dan 4 bulan," jelas dia.
Adapun pelaksanaannya nanti dilakukan di sejumlah fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) baik puskesmas, rumah sakit (RS) dan juga klinik. "RS dan klinik yang melayani saja. Sehingga tidak ada jadwal khusus, sesuai jadwal vaksinasi rutin yang sudah ada," ucapnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang mempunyai bayi sesuai kriteria usia bisa membawa ke fasyankes terdekat sesuai jadwal imunisasi. Dengan begitu penyakit diare yang menyerang bayi bisa dicegah dan bisa meminimalisir kematian akibat diare berat.
BACA JUGA : DIY Masuk KLB Campak, Ini Penyebabnya
"Sepanjang tahun 2022 kemarin ada tujuh bayi yang meninggal akibat diare. Jumlah yang sampai meninggal ini termasuk tinggi. Pada 2021 ada dua bayi, 2020 ada satu, 2018 dua bayi, sehingga imunisasi ini penting untuk pencegahan," pungkas Rina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja-Solo hari ini, Rabu 29 Juli 2026. Keberangkatan dari Stasiun Tugu hingga Palur mulai pagi hingga malam.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.