86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Pekerja konstruksi sedang melakukan proses pematchingan beton di Jembatan Glagah pada Senin (28/8/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Setelah ditutup dan tak dioperasikan selama hampir setahun lamanya, Jembatan Glagah mulai diperbaiki pada Senin (28/8/2023).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN 1.1 Provinsi DIY, Ersy Perdhana mengatakan perbaikan jembatan tersebut melibatkan penyedia jasa PT Suradi Sejahtera Raya dan PT Cahaya Andatu Mulya Abadi KSO. "Perbaikan mulai dari bawah jembatan. Kerja samanya dengan dua PT [Suradi Sejahtera Raya dan Cahaya Andatu Mulya Abadi KSO]," kata Ersy dihubungi, Senin.
Ersy menambahkan perbaikan tersebut menelan anggaran mencapai Rp2,6 miliar dan memakan waktu kurang lebih 4,5 bulan.
Salah satu pekerja konstruksi Jembatan Glagah, Supri, mengaku dia dan lima temannya sedang melakukan pematchingan beton. "Patching beton itu hampir sama seperti plester. Cuma beda material. Kalau yang ini kan instan dalam arti sudah tidak perlu pakai semen," kata Supri.
Pe-matching-an tersebut menyasar tiang pancang beton Jembatan Glagah bagian bawah.
BACA JUGA: Setahun Ditutup, Akhirnya Jembatan Glagah di Kulonprogo Diperbaiki, Selesai 4 Bulan Lagi
Sementara itu, Lurah Karangwuni, Anwar Musadad, berharap agar perbaikan jembatan tersebut dapat segera selesai. Dengan begitu, aktivitas warga sekitar dan masyarakat umum dapat berjalan lancar.
"Kalau terlalu lama memperbaiki. Warga saya kasihan. Contoh saja, warga dari Dusun Keboan itu ada yang sekolah dan kerja di Glagah. Kalau berangkat kan berarti harus memutar," kata Anwar.
Anwar menegaskan warga Karangwuni meminta solusi jangka pendek atas ditutupnya Jembatan Glagah secara total akibat perbaikan yang akan dilakukan. Solusi tersebut mengarah pada akses yang dapat dilalui sementara tanpa harus berputar.
Warga Karangwuni sempat mengusulkan untuk membangun jembatan darurat. Hanya saja pembangunan jembatan darurat tersebut terganjal kedalaman lumpur. "Sampai hari ini, warga Karangwuni masih meminta solusi untuk akses sementara. Saya sendiri sudah menyampaikan ke mereka [penyedia jasa]. Tapi kalau mereka tidak berani ya sudah," katanya.
Menurut data yang didapat Harianjogja.com, kerusakan Jembatan Glagah meliputi kerusakan struktural plat lantai jembatan, selimut beton keropos hingga tulangan terlihat, dan terjadi penurunan pada pelat jembatan.
Jembatan Glagah memiliki panjang total 72 meter dengan lebar 7 meter yang dibangun pada 1988 dan pernah direhab pada 2004.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.