Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta (Ketiga dari kanan) bersama jajaran Forkompida meninjau kesiapan armada dalam apel siaga darurat kekeringan yang berlangsung di Lapangan Ksatriyan, Wonosari, Rabu (30/8/2023). -Harian Jogja/ David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta kepada masyarakat untuk tidak panik berkaitan dengan potensi kemarau panjang yang terjadi di tahun ini. Pemkab akan terus berupaya memberikan layanan dalam pemenuhan air bersih.
“Tetap tenang dalam mengahadapi kondisi saat ini. Sebab, pemerintah bersama seluruh pihak sudah siap siaga untuk membantu,” kata Sunaryanta pada saat Apel Siaga Darurat Kekeringan di Lapangan Ksatriyan, Wonosari, Rabu (30/8/2023).
Dia menjelaskan, dengan diselenggarakannya apel siaga, maka pemkab sudah bersiap menghadapi dampak dari kemarau di tahun ini. Untuk mengantisipasi sudah menyiapkan sumber daya manusia, mulai dari internal pemkab hingga melibatkan organisasi kemasyarakatan.
“Kerja sama lintas sektoral sangat dibutuhkan agar penangnaan bisa dioptimalkan,” katanya.
Guna penanganan masalah kekeringan, sudah ada upaya dari BPBD untuk menyalurakan bantuan air bersih. Selain itu, juga ada upaya jangka panjang agar masyarakat lebih mudah mendapatkan air bersih.
Salah satu program yang dijalankan adalah optimalisasi sumber sungai bawah tanah. Adapun yang sudah dijalankan adalah sumber di Sungai Bawah Tanah Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong.
“Semakin banyak air yang diproduksi, maka jangkauan layanan bisa semakin luas juga,” katanya.
BACA JUGA: Musim Kemarau, Lahan Tadah Hujan Gunungkidul Tak Tergarap
Untuk droping air, lanjut Purwono tidak hanya dilakukan oleh BPBD Gunungkidul. Pasalanya, ada 11 kapanewon yang memiliki alokasi anggaran sehingga melaksankan penyaluran secara mandiri.
Sebelas kapanewon yang melakukan dropping mandiri di antaranya Purwosari, Panggang, Paliyan, Tepus, Tanjungsari, Rongkop, Girisubo, Ponjong, Nglipar, Gedangasari dan Patuk. Adapun yang tak mengalokasikan di antaranya Kapanewon Wonosari, Playen, Semanu, Karangmojo, Semin, Ngawen dan Saptosari.
Dia menjelaskan, total penyaluran air bersih hingga sekarang ini sudah mencapai 1.338 tangki. Rinciannya, sebanyak 1.196 tangki disalurkan oleh 11 kapanewon [pemilik anggaran droping], BPBD menyalurkan sebanyak 110 tangki dan sisanya 32 tangki merupakan bantuan dari pihak swasta serta donatur.
“Dari penyaluran ini sudah menyasar ke 7.402 kepala keluarga yang tersebar di sebelas kapanewon,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.