Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta (Ketiga dari kanan) bersama jajaran Forkompida meninjau kesiapan armada dalam apel siaga darurat kekeringan yang berlangsung di Lapangan Ksatriyan, Wonosari, Rabu (30/8/2023). -Harian Jogja/ David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta kepada masyarakat untuk tidak panik berkaitan dengan potensi kemarau panjang yang terjadi di tahun ini. Pemkab akan terus berupaya memberikan layanan dalam pemenuhan air bersih.
“Tetap tenang dalam mengahadapi kondisi saat ini. Sebab, pemerintah bersama seluruh pihak sudah siap siaga untuk membantu,” kata Sunaryanta pada saat Apel Siaga Darurat Kekeringan di Lapangan Ksatriyan, Wonosari, Rabu (30/8/2023).
Dia menjelaskan, dengan diselenggarakannya apel siaga, maka pemkab sudah bersiap menghadapi dampak dari kemarau di tahun ini. Untuk mengantisipasi sudah menyiapkan sumber daya manusia, mulai dari internal pemkab hingga melibatkan organisasi kemasyarakatan.
“Kerja sama lintas sektoral sangat dibutuhkan agar penangnaan bisa dioptimalkan,” katanya.
Guna penanganan masalah kekeringan, sudah ada upaya dari BPBD untuk menyalurakan bantuan air bersih. Selain itu, juga ada upaya jangka panjang agar masyarakat lebih mudah mendapatkan air bersih.
Salah satu program yang dijalankan adalah optimalisasi sumber sungai bawah tanah. Adapun yang sudah dijalankan adalah sumber di Sungai Bawah Tanah Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong.
“Semakin banyak air yang diproduksi, maka jangkauan layanan bisa semakin luas juga,” katanya.
BACA JUGA: Musim Kemarau, Lahan Tadah Hujan Gunungkidul Tak Tergarap
Untuk droping air, lanjut Purwono tidak hanya dilakukan oleh BPBD Gunungkidul. Pasalanya, ada 11 kapanewon yang memiliki alokasi anggaran sehingga melaksankan penyaluran secara mandiri.
Sebelas kapanewon yang melakukan dropping mandiri di antaranya Purwosari, Panggang, Paliyan, Tepus, Tanjungsari, Rongkop, Girisubo, Ponjong, Nglipar, Gedangasari dan Patuk. Adapun yang tak mengalokasikan di antaranya Kapanewon Wonosari, Playen, Semanu, Karangmojo, Semin, Ngawen dan Saptosari.
Dia menjelaskan, total penyaluran air bersih hingga sekarang ini sudah mencapai 1.338 tangki. Rinciannya, sebanyak 1.196 tangki disalurkan oleh 11 kapanewon [pemilik anggaran droping], BPBD menyalurkan sebanyak 110 tangki dan sisanya 32 tangki merupakan bantuan dari pihak swasta serta donatur.
“Dari penyaluran ini sudah menyasar ke 7.402 kepala keluarga yang tersebar di sebelas kapanewon,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.