SPMB Sleman 2026: Hanya 6 Lomba Diakui di Jalur Prestasi Khusus
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Pertanian - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) memfasilitasi tim 11 yang merupakan tim bentukan staf ahli presiden di bidang pertanian untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait dampak El-Nino di Kulonprogo.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan, Agus Setiawan, mengatakan monev tersebut hanya dilakukan di Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah karena memiliki air berlimpah meski kemarau.
"Tim 11 ini ingin memastikan bahwa El-Nino berdampak atau tidak dalam satu wilayah. Nah, di Bumirejo kan merupakan area sawah yang dinaungi oleh irigasi teknis daerah irigasi (DI) sapon. Di sana, saat ini, airnya melimpah," kata Agus dihubungi, Rabu (30/8/2023).
Air yang melimpah tersebut menjadi bukti bahwa Kulonprogo tidak terdampak El-Nino. Bukan hanya di Bumirejo, Lendah saja, terang Agus, secara umum areal persawahan yang dialiri irigasi teknis tidak akan mengalami kekeringan.
"Tapi kok kalau nanti menemukan areal persawahan kering, itu sebenarnya hanya menunggu giliran air dari DI. Dan di sini, ada dua DI yaitu Sapon dan Kalibawang," katanya.
BACA JUGA: Kekeringan Meluas, Per Agustus Dropping Air di Kulonprogo Mencapai 36 Kali
Dia memberi contoh bahwa di DI Kalibawang sedang dimanfaatkan untuk pengolahan tanah di daerah Kalibawang dan Nanggulan. Oleh karena itu, daerah irigasi di Sentolo, Temon, dan sebagaian Panjatan kering.
"Soalnya airnya masih dipakai di hulu. Kalau sudah selesai untuk mengolah tanah maka airnya nanti perlahan akan turun ke arah Selatan," katanya.
Plt Kepala DPP Kulonprogo, Trenggono Trimulyo, mengatakan bahwa dampak El-Nino tidak begitu berpengaruh terhadap Kulonprogo karena ada Peraturan Bupati (Perbup) tentang Tata Tanam Tahunan.
"Kulonprogo kan punya perencanaan tata tanam. Di DI intake Kalibawang maupun Sapon diterapkan perencanaan tata tanam hanya untuk golongan I dan II. Dengan begitu kebutuhan air tercukupi," kata Trenggono.
Dia menambahkan golongan I memiliki jadwal tanam pada bulan Agustus dan September 2023. Lalu, golongan II ditanam pada bulan Oktober dan November 2023. Perencanaan tata tanam tersebut diterapkan di setiap kapanewon. "Pada prinsipnya, terkait El-Nino, Kulonprogo aman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.