UMK Bantul 2027 Dibahas, DPRD Sebut Upah Ideal untuk Buruh Rp4,5 Juta
DPRD Bantul mendorong UMK 2027 mendekati Kebutuhan Hidup Layak Rp4,5 juta dengan mempertimbangkan kondisi pekerja dan kemampuan perusahaan.
Suasana kawasan wisata air Selopamioro Park yang ditutup sementara pasca insiden kecelakaan air beberapa waktu lalu, Jumat (1/9/2023)-Harian Jogja/ Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL - Perangkat pemerintah di wilayah Selopamioro Kapanewon Imogiri berencana untuk membuka kembali wisata air yang ada di wilayah setempat dengan sejumlah catatan. Kawasan Selopamioro Park sebelumnya ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan lantaran menelan dua korban jiwa dalam insiden kecelakaan air dalam waktu empat hari di destinasi wisata sungai Oya tersebut.
Wacana pembukaan kembali kawasan wisata air sepanjang Kali Oyo itu menyusul sektor tersebut menjadi salah satu tumpuan warga dalam memenuhi perekonomian. Selain itu, upaya penutupan sementara di seputar kawasan wisata disebut bukan solusi yang tunggal untuk menyelesaikan masalah keselamatan bagi pengunjung di area itu.
Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Imogiri Yudhi Wibowo menjelaskan, pihaknya mendukung penutupan sementara yang dilakukan oleh sejumlah perangkat penyelenggara untuk menyelesaikan masalah di situasi darurat. Hanya saja penutupan itu harus diikuti dengan penyiapan sejumlah hal agar ke depan ketika kawasan wisata dibuka kembali pengelola sudah punya standar operasional prosedur yang jelas terkait dengan keamanan.
"Saya bukan mau membandingkan antara Selopamioro dengan kawasan lain yang sejalur dengan Kali Oyo, tapi bisa dilihat yang di Parangan, mereka lebih siap terkait dengan pengamanan," katanya Jumat (1/9/2023) saat berkoordinasi dengan Basarnas DIY.
Menurut Yudhi, pengelola di kawasan wisata Kali Oyo tentu harus mendapat pelatihan agar bekal dalam pengawasan dan keselamatan pengunjung diutamakan di area itu. Di sisi lain perlu penyusunan sistem di kawasan terkait berkaitan dengan pengamanan pengunjung lantaran pengelola wisata tidak berada di satu kawasan, tapi tersebar di dua tempat yakni Kalurahan Selopamioro dan Kalurahan Sriharjo.
"Memang harus ada standar pengelolaan misalnya ketika wisatawan sedang bermain ada yang menunggu dan mengawasi. Terkait penutupan ini yang di Parangan itu mereka sulit untuk menolak dan kebingungan kalau ada wisatawan dari luar daerah yang datang," katanya.
BACA JUGA: Wabup Bantul Minta Tragedi Sungai Oya Jadi Pembelajaran
Kasiops Basarnas DIY Asnawi menyebut, dalam kesempatan itu pihaknya menyepakati sejumlah hal jika sewaktu-waktu wisata air Selopamioro dibuka kembali. Pertama soal kawasan setempat harus melengkapi sarana dan prasarana di air misalnya papan pengumuman untuk menunjukkan tanda bahaya kedalaman air atau pemasangan bendera atau himbauan jika mandi di air wajib pakai pelampung.
"Kemudian soal kelengkapan peralatan medis di lokasi dan kapasitas SDM dan pengawas, sehingga ketika ada situasi darurat pengelola punya kemampuan pertolongan pertama," kata dia.
Dalam waktu dekat pihaknya berencana untuk menyusun standar operasional prosedur keamanan di wisata air itu, selanjutnya juga mengadakan pelatihan agar pengelola wisata punya kemauan yang mumpuni saat terjadi situasi darurat. "Titik rasanya juga sudah kami survei, karakteristik air di sini kan aliran dan kontur yang ada cepitan atau ceruk, sehingga bisa menyebabkan pengunjung yang berenang itu tersedot di dalam," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong UMK 2027 mendekati Kebutuhan Hidup Layak Rp4,5 juta dengan mempertimbangkan kondisi pekerja dan kemampuan perusahaan.
Malaysia menyita 5.801 mainan squishy tanpa tanda keselamatan. Simak lima tips bagi orang tua untuk memilih mainan yang lebih aman.
Jadwal bola 26–27 Oktober 2026: Persija vs Persik, laga ACL Elite, Galatasaray vs Fenerbahce, PSG vs Lyon, dan Sevilla vs Osasuna.
Badan Geologi menargetkan penataan zona konservasi di 421 cekungan air tanah hingga 2045, dengan wilayah prioritas ditangani sampai 2029.
Kemendikdasmen memindahkan seluruh peserta TKA SMA di Kalimantan Tengah ke jadwal susulan akibat karhutla. Penyesuaian di Kalsel dilakukan parsial.
Polda DIY menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November dengan sasaran 12 pelanggaran lalu lintas prioritas.