Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul memanen bawang merah organik, Jumat (22/6/2018) lalu./Harian Jogja-Ujang Hasanudin)
Harianjogja.com, BANTUL—Memasuki awal September, harga bawang merah di Bantul masih rendah. Anjloknya harga bawang merah sudah mulai terjadi sejak akhir Juli lalu, ketika memasuki musim panen raya bawang merah.
Petani dari kelompok Tani Tarunatani Sompok, Kalurahan Sriharjo, Imogiri, Anton, menuturkan harga bawang merah dari petani hingga saat ini masih rendah. “Masih rendah. Dari petani masih di kisaran Rp8.000 sampai Rp10.000,” ujarnya, Jumat (1/9/2023).
Ia menjelaskan harga bawang merah yang rendah itu sudah berlangsung sejak akhir Juli lalu dan sampai akhir Agustus terus menurun. “Turunnya cukup parah, dari yang tadinya Rp35.000 jadi Rp25.000 di pasaran. Kalau dari petani sebelumnya Rp27.000,” katanya.
Aadapun harga di pasaran saat ini sekitar Rp15.000. Rendahnya harga bawang merah ini menurutnya karena petani bawang merah memasuki musim panen raya. “Karena sudah panen raya. Petani di Sanden juga sudah panen semua,” kata dia.
Menurutnya, setiap musim panen raya pasti harga bawang merah akan turun. Hal ini dikarenakan stok yang melimpah sementara bawang merah tidak bisa disimpan lama, sehingga penawaran lebih tinggi dari permintaan. “Kalau hasil panennya kemaren bagus, cuma harganya yang rendah,” katanya.
BACA JUGA: Panen Bawang Merah Bantul Lebihi Angka Nasional
Sekretaris Kelompok Tani Lestari Mulyo Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Taman Yuwono, menuturkan untuk harga di pasar saat ini berkisar Rp15.000-Rp18.000 tergantung besar/kecilnya bawang merah. “Ada grade A, greade B, grade C,” kata dia.
Selain panen raya oleh petani di wilayah Bantul seperti Kretek dan Samas, harga yang rendah juga dipengaruhi masuknya bawang merah dari luar daerah ke Jogja. “Dari Nganjuk, Jawa Timur juga panen raya,” ungkapnya.
Dalam musim panen raya ini pun petani dari Nawungan juga sempat menjual bawang merah ke luar daerah dengan harga yang juga sudah turun. “Juli kemaren kami ke Brebes, ngirim, di sana nota [harga] sudah Rp20.000,” paparnya.
Dengan harga saat ini, petani menurutnya tidak mendapatkan untung dari hasil panennya. Untuk mendapatkan keuntungan, ia menyebut setidaknya harga dari petani Rp20.000. “Paling tidak Rp20.000 itu petani sudah untung,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.