Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Sejumlah pekerja sedang melakukan pergantian pompa di Sumber Bribin di Kalurahan Dadapayu, Semanu. Minggu (3/9/2023)./ Istimewa. dok PDAM Tirta Handayani
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Antisipasi kemarau panjang, PDAM Tirta Handayani menaikan kapasitas produksi air di Sumber Baron dan Bribin. Diharapkan dengan upaya ini maka pasokan ke masyarakat bisa lancar.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto mengatakan, tetap berupaya memaksimalkan layanan air bersih ke masyarakat di musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengoptimalkan produksi dengan cara mengganti pompa yang lebih besar.
Pergantian pompa dilakukan di sumber Bribin di Kalurahan Dadapayu dan Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Untuk Baron dinaikan dari 87 liter per detik menjadi 118 liter per detik.
Diharapakan peningkatan produksi ini dapat mengoptimalkan pasokan air ke pelanggan di Kapanewon Tanjungsari, Saptosari, Paliyan dan Panggang. “Untuk sumber tidak ada masalah karena Baron memiliki kapasitas produksi hingga 2.000 liter per detik,” katanya.
Hal yang sama juga terjadi di Sumber Bribin. Mesin pompa diganti dari 26 liter per detik menjadi 31 liter per detik. Diharapakan dengan peningkatan ini maka layanan air bersih kepada warga di Kapanewon Girisubo dapat tetap lancar.
“Ada enam pompa yang beroperasi di Bribin dengan produksi 139 liter per detik. Tamabahan ini juga tidak ada masalah karena potensi airnya mencapai 1.500 liter per detik,” katanya.
Toto menambahkan, pergantian pompa yang lebih besar hanya menjadi solusi jangka pendek. Pasalnya, untuk jangka panjang sudah dilaksanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA) Seropan dan Ngobaran.
“Untuk Ngobaran dimanfaatkan melayani warga di sisi barat Gunungkidul. Sedankan Seropan untuk warga di sisi timur,” katanya.
BACA JUGA: Duh! 27 Telaga di Gunungkidul Mati dan Berubah Fungsi Jadi Lahan Pertanian
Bupati Gunungkidul meminta kepada masyarakat untuk tidak panik berkaitan dengan potensi kemarau panjang yang terjadi di tahun ini. Pemkab akan terus berupaya memberikan layanan dalam pemenuhan air bersih.
“Tetap tenang dalam mengahadapi kondisi saat ini. Sebab, pemerintah bersama seluruh pihak sudah siap siaga untuk membantu,” kata Sunaryanta.
Guna penanganan masalah kekeringan, sudah ada upaya dari BPBD untuk menyalurakan bantuan air bersih. Selain itu, juga ada upaya jangka panjang agar masyarakat lebih mudah mendapatkan air bersih.
Salah satu program yang dijalankan adalah optimalisasi sumber sungai bawah tanah. Adapun yang sudah dijalankan adalah sumber di Sungai Bawah Tanah Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong.
“Semakin banyak air yang diproduksi, maka jangkauan layanan bisa semakin luas juga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Sebanyak 9.000 onthelis dan onthelista dari berbagai penjuru Indonesia memeriahkan rangkaian International Veteran Cycle Association (IVCA) Rally
Rupiah melemah ke Rp17.717 per dolar AS dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tinggi lebih lama dan sentimen geopolitik global.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.