Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Sejumlah pekerja sedang melakukan pergantian pompa di Sumber Bribin di Kalurahan Dadapayu, Semanu. Minggu (3/9/2023)./ Istimewa. dok PDAM Tirta Handayani
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Antisipasi kemarau panjang, PDAM Tirta Handayani menaikan kapasitas produksi air di Sumber Baron dan Bribin. Diharapkan dengan upaya ini maka pasokan ke masyarakat bisa lancar.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto mengatakan, tetap berupaya memaksimalkan layanan air bersih ke masyarakat di musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengoptimalkan produksi dengan cara mengganti pompa yang lebih besar.
Pergantian pompa dilakukan di sumber Bribin di Kalurahan Dadapayu dan Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Untuk Baron dinaikan dari 87 liter per detik menjadi 118 liter per detik.
Diharapakan peningkatan produksi ini dapat mengoptimalkan pasokan air ke pelanggan di Kapanewon Tanjungsari, Saptosari, Paliyan dan Panggang. “Untuk sumber tidak ada masalah karena Baron memiliki kapasitas produksi hingga 2.000 liter per detik,” katanya.
Hal yang sama juga terjadi di Sumber Bribin. Mesin pompa diganti dari 26 liter per detik menjadi 31 liter per detik. Diharapakan dengan peningkatan ini maka layanan air bersih kepada warga di Kapanewon Girisubo dapat tetap lancar.
“Ada enam pompa yang beroperasi di Bribin dengan produksi 139 liter per detik. Tamabahan ini juga tidak ada masalah karena potensi airnya mencapai 1.500 liter per detik,” katanya.
Toto menambahkan, pergantian pompa yang lebih besar hanya menjadi solusi jangka pendek. Pasalnya, untuk jangka panjang sudah dilaksanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA) Seropan dan Ngobaran.
“Untuk Ngobaran dimanfaatkan melayani warga di sisi barat Gunungkidul. Sedankan Seropan untuk warga di sisi timur,” katanya.
BACA JUGA: Duh! 27 Telaga di Gunungkidul Mati dan Berubah Fungsi Jadi Lahan Pertanian
Bupati Gunungkidul meminta kepada masyarakat untuk tidak panik berkaitan dengan potensi kemarau panjang yang terjadi di tahun ini. Pemkab akan terus berupaya memberikan layanan dalam pemenuhan air bersih.
“Tetap tenang dalam mengahadapi kondisi saat ini. Sebab, pemerintah bersama seluruh pihak sudah siap siaga untuk membantu,” kata Sunaryanta.
Guna penanganan masalah kekeringan, sudah ada upaya dari BPBD untuk menyalurakan bantuan air bersih. Selain itu, juga ada upaya jangka panjang agar masyarakat lebih mudah mendapatkan air bersih.
Salah satu program yang dijalankan adalah optimalisasi sumber sungai bawah tanah. Adapun yang sudah dijalankan adalah sumber di Sungai Bawah Tanah Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong.
“Semakin banyak air yang diproduksi, maka jangkauan layanan bisa semakin luas juga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.