Survei SPPG Bantul Dimulai Akhir September, MBG Dipantau Ketat
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kabupaten Bantul mengaku segera mencari sumber air permanen di wilayah yang terdampak kekeringan menyusul musim kemarau yang diprediksi masih berlangsung cukup lama. Keberadaan sumber air permanen di wilayah yang rentan terdampak kekeringan disebut bisa menjadi solusi mengatasi musim kemarau di tahun mendatang.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan, bantuan air bersih yang setiap tahun disalurkan pemerintah daerah tidak bisa diharapkan menjadi satu-satunya solusi dalam mengatasi bencana kekeringan. Oleh sebab itu pihaknya menyebut akan melakukan upaya agar masyarakat di wilayah terdampak kekeringan bisa memiliki sumber air permanen.
"Nanti akan kita upayakan misalnya dengan menyedot air permukaan atau air dari sumber lain seperti sungai dan perairan umum untuk kemudian disalurkan ke wilayah terdampak. Namun upaya itu tentu masih belum cukup, perlu filter yang bagus agar air bisa dimanfaatkan warga," jelasnya Rabu (6/9/2023).
BACA JUGA: Darurat Kekeringan di Bantul Diperpanjang Tiga Bulan
Untuk sementara waktu program penyaluran air bersih dari BPBD dan Dinas Sosial akan diandalkan mengatasi dampak kekeringan. Menurut Halim upaya pengadaan sumur bor pun terlalu berisiko jika ingin dibuat di wilayah terdampak. Sebab jika dilakukan secara berlebihan dikhawatirkan akan merusak potensi air tanah di wilayah setempat.
"Makanya untuk sementara waktu penyaluran bantuan air bersih ini masih kami andalkan sebagai solusi biar warga tetap mendapat pasokan air dan kebutuhan mereka terpenuhi," katanya.
Sebelumnya, Pemkab Bantul telah memperpanjang masa siaga kekeringan di wilayah setempat dari yang sebelumnya 6 Juli hingga 3 September 2023, kini diteruskan sampai dengan 30 November 2023 mendatang. BPBD setempat menyebut bahwa kebijakan ini ditempuh melihat kondisi musim kemarau yang diprediksi masih terus berlanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.
Empat atlet Indonesia lolos final speed panjat tebing di Nagoya. FPTI membidik medali dan berharap podium dikuasai wakil Indonesia.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.