Promo Tiket Borobudur, Prambanan hingga 3 Juli, Ada Buy 1 Get 1
Promo tiket Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko masih berlaku hingga 3 Juli 2026. Ada buy 1 get 1, diskon tiket, dan promo naik candi.
Kampanye pemilu - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kulonprogo meminta agar masyarakat kembali memahami fungsi agama menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hal tersebut penting agar masyarakat tidak menjadi korban kampanye politik identitas yang kemungkinan besar akan digunakan kembali.
Plh Kepala Kankemenag Kulonprogo, Saeful Hadi, mengatakan kampanye politik identitas dapat menyebabkan banyak potensi perpecahan yang berimbas pada rusaknya kerukunan hidup masyarakat.
"Sebabnya [kampanye] politik identitas mendasarkan [menggunakan] agama, kepercayaan, dan ikatan kultural yang beragam. Itu menyebabkan rusaknya kerukunan hidup di masyarakat," kata Saeful dihubungi, Selasa (19/9/2023).
Baca Juga: Mahfud MD Ingatkan Elite Parpol Agar Tidak Gunakan Politik Identitas
Dengan adanya potensi tersebut maka Saeful meminta agar masyarakat memahami kembali fungsi agama. Kata dia, agama harus dikembalikan kepada fungsinya yang semula tanpa dicampuradukkan dengan kampanye politik.
“Menjelang Pemilu 2024, di tahun-tahun politik ini banyak potensi konflik yang dapat mengganggu kerukunan di masyarakat. Salah satunya karena politik identitas yang didasarkan pada keadaan minoritas, ras, etnisitas, gender, dan kelompok sosial lain yang merasa terpinggirkan. Dalam perkembangan selanjutnya, identitas didasarkan pada agama, kepercayaan, dan ikatan kultural yang beragam. Untuk itulah fungsi agama harus dikembalikan sebagaimana mestinya agar kerukunan antar umat dapat tetap terjalin dengan baik,” katanya.
Baca Juga: IPPNU Bantul dan Ormas Pemuda Nyatakan Sikap Tolak Politik Identitas Jelang Pemilu 2024
Dia menjelaskan bahwa agama berfungsi sebagai tuntunan bagi manusia agar memiliki perilaku baik. Perilaku tersebut berhubungan tidak hanya kepada Tuhan namun sesama manusia dan alam sekitar.
Kemudian, menurut Saefaul, agama berfungsi sebagai jalan untuk menggapai kemaslahatan, ketenangan, kedamaian, dan keselamatan.
"Selanjutnya yang ketiga, agama mengandung ajaran-ajaran yang moderat, seimbang dan lurus. Sehingga program moderasi beragama yang telah dicanangkan oleh Kemenag dapat berjalan dengan baik sesuai dengan empat indikator yang ada," ucapnya.
Empat indikator yang Saeful maksud yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta adaptif terhadap budaya dan tradisi. Dia menambahkan agama juga semestinya berfungsi sebagai pemersatu umat yang berbeda-beda, baik dari segi keagamaan, suku, dan adat istiadat.
"Karena agama mengajarkan bagaimana berperilaku dan bersikap secara baik terhadap orang-orang yang berbeda-beda itu. Kami beharap kepada organisasi masyarakat yang ada di Kulonprogo bisa ikut menjaga kedamaian dan kerukunan dan meredamkan potensi konflik yang mungkin terjadi di masyarakat," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Promo tiket Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko masih berlaku hingga 3 Juli 2026. Ada buy 1 get 1, diskon tiket, dan promo naik candi.
Cek jadwal lengkap KRL Jogja–Solo Senin 6 Juli 2026. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan fleksibel dari Jogja ke Solo.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.