Hanya Satu Calon, Pendaftaran Pilur di Gunungkidul Akan Diperpanjang
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari. Foto diambil 8 Februari 2023. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kalurahan Watugajah, Gendangsari mendesak Pemerintah DIY untuk segera merealisasikan normalisasi Tanjakan Clongop. Desakan karena jalur ini untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalur yang berbatasan dengan Klaten, Jawa Tengah.
Lurah Watugajah, Hariyanto mengatakan Tanjakan Clongop merupakan salah satu jalur yang ekstrem di Gunungkidul. Hal ini tak lepas dari kondisi geografis jalur yang sangat menanjak dan ada tikungan tajam.
Sebagai dampaknya, jalur yang ada saat ini tak bisa dilalui bus besar atau kendaran berat. Pengendara yang melintas juga harus berhati-hati agar terhindar dari kecelakaan.
Menurut dia, dengan kondisi jalur yang ekstrem di Tanjakan Clongop sering terjadi kecalakaan. Hariyanto mencatat hampir setiap bulan ada insiden di jalur ini.
“Untuk korbannya ada yang luka-luka sampai meninggal dunia. Makanya, kami minta agar normalisasi bisa dilaksanakan sehingga jalurnnya lebih aman dilewati,” kata Hariyanto saat dihubungi, Rabu (4/10/2023).
Baca Juga: Rawan Kecelakaan, Kok Masih Banyak Pengendara di Imogiri Barat Tak Gunakan Helm
Selain masalah jalur, desakan segera mewujudkan normalisasi juga tidak lepas dari penunjuk arah secara online. Seringkali, sambung dia, pengendara diarahkan untuk melintas Tanjakan Clongop agar cepat sampai di Gunungkidul.
“Ini juga jadi pertimbangan karena jika tidak hafal medan, maka akan sangat berbahaya bagi pengendara,” katanya.
Hariyanto menambahkan untuk normalisasi sudah mendapatkan gambaran tim dari Pemerintah DIY. Rencananya, jalur akan dibuat landai dengan memanfaatkan lahan di samping jalan saat ini.
“Masih dalam proses pembebasan dan mudah-mudahn cepat selesai agar pembangunan bisa dilakukan,” katanya.
Baca Juga: Ini Penyebab Jalan Imogiri Barat Rawan Kecelakaan
Kapolsek Gedangsari, AKP Suryanto mengatakan, Tanjakan Clongop merupakan jalur rawan kecelakan. Menurut dia, sudah banyak insiden dikarenakan jalur ini.
“Tanjakannya sangat tinggi. Jadi saat naik atau turun kondisi kendaraan harus benar-benar fit sehingga dapat melaluinya dengan baik,” katanya.
Suryanto mengungkapkan, pada saat Lebaran lalu banyak kendaraan yang tak kuat menanjak di Tanjakan Clongop. Oleh karenanya, sempat menyiagakan personel guna membantu mendorong dan mengganjal ban agar tidak terperosot.
“Saat lebaran setiap hari ada yang tak kuat menanjak sehingga kami membantu mendorongnya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Belanja masyarakat RI masih tumbuh, tetapi tingkat tabungan melemah dan penggunaan pinjol, kartu kredit, serta paylater terus meningkat.
KPK menyebut peluang pemanggilan Perry Warjiyo dalam kasus CSR BI dan OJK bergantung pada kebutuhan penyidik dalam mengungkap perkara.
Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI) secara resmi meresmikan At Thohir Vidya Loka
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.
Pemkot Jogja akan menertibkan replika plang Jalan Malioboro yang digunakan jasa foto usai video wisatawan dimintai bayaran viral.