86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Alumni Kehutanan angkatan 1985 Universitas Gaja Mada (UGM) yang tergabung dalam Koperasi Wanadelima bersama Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) sedang membangun agrowisata terbesar di Kulonprogo. Saat ini, Koperasi Wanadelima membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menanamkan investasi.
Manajer Kebun Orchard Wanadelima, Joko Triyono, mengatakan pembangunan taman buah tersebut dilakukan di atas tanah kas desa Sidomulyo seluas 7,5 hektar. Lahan tersebut merupakan bekas kebun tebu. Dari situ, Koperasi Wanadelima membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi agar pengembangan taman buah dapat berjalan sesuai rencana.
“Kami sekarang sedang membuka investasi bagi masyarakat yang mau invest. Nanti bisa invest ke tanaman buahnya atau yang lain,” kata Joko dihubungi, Kamis (5/10/2023).
Joko menambahkan tanaman buah unggulan taman buah tersebut adalah anggur kendati nantinya akan ada banyak macam tanaman buah. Guna mendukung pengembangan anggur, Koperasi Wanadelima telah menetapkan buah semangka dan melon untuk dipanen pertama kali. Barulah dana hasil penjualan digunakan untuk pengembangan anggur.
BACA JUGA: Alumni UGM dan Pemkab Kulonprogo Kembangkan Pusat Agrowisata Terbesar
Pria yang juga alumni Kehutanan UGM ini mengaku tanaman anggur memerlukan investasi lebih. Oleh karena itu, nantinya akan ada green house khusus untuk anggur.
Jelas dia, lahan untuk taman buah tersebut masih harus diolah atau dikembalikan unsur haranya melalui pupuk organi hasil peternakan domba dan sapi. Pasalnya, tanah kas desa yang dipakai merupakan bekas kebun tebu. Tanaman tebu merupakan tanaman yang banyak menyerap unsur hara.
“Taman buah ini sedang kami persiapkan untuk taman buah terbesar di Kulonprogo. Sudah ada maketnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Polda Jateng bongkar koperasi ilegal BLN. Dana Rp4,6 triliun, 41 ribu korban, dua tersangka ditetapkan.
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.
Kasus TBC di Kulonprogo meningkat. Dinkes dan PDPI gelar cek kesehatan gratis untuk deteksi dini.
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.