Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Jogja diklaim menurun selama musim kemarau panjang ini. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja mencatat per September hanya terjadi sebanyak 48 kasus jauh lebih kecil bila dibandingkan kasus DBD per September 2022 yang tercatat 150 kasus.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu menilai ada dua faktor penyebab turunnya kasus DBD pada 2023. Kemarau panjang yang berlangsung mulai Mei hingga kini di mana menyebabkan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD terhambat.
Selain itu, lanjutnya, persebaran bibit wolbachia untuk menghambat nyamuk Aedes Aegypti berjalan efektif. Meskipun mengalami penurunan kasus, Dinkes tetap meminta masyarakat untuk tetap siaga dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
BACA JUGA: Antisipasi DBD, Kemenkes Perluas Uji Coba Wolbachia di Tujuh Daerah
“Wolbachia yang dimasukan dalam nyamuk Aedes Aegypti pembawa DBD bisa menekan penyakit. Sehingga angka kasus DBD di Tahun ini sedang turun, selain diakibatkan oleh musim kemarau yang panjang,” jelas Endang, Minggu (15/10/2023).
Endang menyebut penyebaran bibit wolbachia sudah merata di 45 kelurahan di Kota Jogja. “Usaha kami menekan kasus DBD juga dengan terus melakukan pemantauan dan pencegahan lewat kader DBD di wilayah. Harapannya kasus DBD tidak akan bertambah dan dapat terminimalisir," paparnya.
Lewat kader DBD itu, lanjut Endang, Dinkes juga mengkampanyekan PHBS dan Reuse, Reduce, dan Recycle (3R). “Pola hidup ini kalau sudah jadi kebiasaan bersama tentu akan menjaga kesehatan masyarakat bersama, ini terutama dari pengalaman menghadapi pandemi Covid-19. Sehingga akan terus digencarkan agar kesiapsiagaan juga dimiliki masyarakat apalagi akan memasuki musim penghujan,” terangnya.
Tak hanya disampaikan ke masyarakat wilayah, sambung Endang, Dinkes Jogja juga bekerjasama dengan berbagai instansi untuk mengkampanyekan PHBS dan 3R. “Terutama dengan Dinas Pendidikan agar perilaku sehat ini dapat terus diwariskan ke anak-anak,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Kulonprogo siapkan program Kampung Redam untuk mencegah konflik horizontal. Lima kalurahan disiapkan menjadi proyek percontohan.
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.