Bantul Kucurkan Rp2,17 Miliar untuk Perbaikan 89 Rumah Tak Layak Huni
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Kampanye pemilu - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 7.000 perangkat kalurahan se-DIY bakal menjejali Monumen Jogja Kembali (Monjali) untuk menghadiri acara Jogja Nyawiji ing Pesta Demokrasi pada Sabtu (27/10/2023).
Pada kesempatan itu Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X akan melakukan Sapa Aruh tentang Pemilu 2024 dan deklarasi pesta demokrasi damai.
Sekda DIY, Beny Suharsono menjelaskan dalam menyongsong pesta demokrasi mendatang pihaknya menggelar Nyawiji ing Pesta Demokrasi yang dibungkus lewat Sapa Aruh dari Sri Sultan HB X yang langsung didengarkan oleh seluruh perangkat kalurahan di DIY.
Inisiatif ini disebut Beny muncul dari bawah yang memang menginginkan agar Sultan memberikan arahan langsung kepada lurah. "Semua perangkat kalurahan mulai dari lurah, pamong, bamuskal bersama-sama dengan gubernur mendengarkan sabda dan arahan beliau salah satunya soal Pemilu. Total ada 7.000 orang yang hadir sampai level kepala dukuh dan dimulai sejak pagi," katanya, Jumat (27/10/2023).
Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) DIY, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu amanat yang ditetapkan dalam Undang-undang Keistimewaan soal kewenangan lurah yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan urusan Keistimewaan DIY.
Untuk itu perangkat kalurahan pun ikut serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pemilu mendatang dengan menjaga keamanan. "Semua lurah dan perangkat kalurahan termasuk kelurahan dan kemantren di Kota Jogja akan ikut hadir. Harapannya para lurah ini punya tanggung jawab untul menjaga kestabilan politik dan ekonomi selama Pemilu nanti," katanya.
BACA JUGA: Pilpres 2024: Sultan Jogja Akan Panggil Parpol se-DIY untuk Deklarasi Damai
Sekretaris Jenderal Paguyuban Nayantaka Suhadi menjelaskan, ide soal deklarasi Pemilu Damai dan sapa aruh ini bukan tiba-tiba tetapi punya sejarah panjang. Sebabnya saat Jogja jadi ibukota pemerintahan dulu yang menjadi pagar dan garda terdepan dalam menjaga amanah kuktural merupakan para pamong kalurahan. Dengan begitu semangat tersebut telah mengakar dan mesti ada rambu pengingat agar Pemilu tetap sesuai aturan.
"Jangan sampai pesta demokrasi terlalu kelewat batas, yang kemudian pesta itu mencederai sosial kemasyarakatan, sehingga kita koordinasi yang kemudian ini kita konsep kegiatan Jogja Nyawiji ing Pesta Demokrasi," katanya.
Menurut Suhadi, kegiatan ini semata-mata diwujudkan untuk menjaga Keistimewaan DIY dan yang paling berperan itu merupakan lurah termasuk kepala dukuh. Dalam konteks Keistimewaan, di mana lurah dan dukuh merupakan penggerak, sehingga pihaknya meminta arahan dari Sultan. Apalagi dengan ditetapkannya reformasi kalurahan, maka pihaknya ingin agar segala tahapan Pemilu di DIY berjalan dengan nyaman dan lancar.
"Arahan dari Gubernur adalah panduan kami. Nanti juga ada deklarasi, walaupun kami yang inisiasi tapi prinsipnya seluruh masyarakat Jogja siap menjaga ketertiban dan kenyamanan dalam Pemilu. Ada empat poin yg kami sampaikan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Sleman mulai Pelatkab 2026 dengan 1.399 atlet menuju Porda DIY 2027, target juara umum lima kali berturut-turut.
Tiket Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026 tembus Rp105 juta akibat sistem dynamic pricing FIFA.
Sony akan menghapus 551 film dari PlayStation Store mulai 1 September 2026 karena lisensi StudioCanal berakhir.
Aljazair vs Austria 3-3 di Piala Dunia 2026 membuat Iran tersingkir meski laga penuh drama enam gol.
Argentina menang 3-1 atas Yordania di Piala Dunia 2026. Messi cetak rekor dan La Albiceleste juara Grup J sempurna.