Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Polisi membawa tiga remaja ke Polsek Imogiri, dari Dusun Krinjing, Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Sabtu (4/11/2023). ist/Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Tiga remaja ditangkap polisi di Dusun Krinjing, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul, Sabtu (4/11/2023) dini hari. Salah satu dari ketiga remaja tersebut kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan ketiga remaja itu terdiri dari dua pelajar SMP dan satu pelajar SD yang beralamat di sekitar Sewon dan Jetis. “Sekira pukul 02.30 WIB, Polsek Imogiri menerima laporan masyarakat terkait adanya anak laki-laki yang membawa Sajam,” ujarnya.
Ia menceritakan kejadian ini bermula ketika dua warga yang tengah naik motor di Jalan Imogiri –Kretek, tepatnya di Dusun Dukuh, Kapanenewon Pundong, melihat rombongan menggunakan motor sejumlah tiga unit dari arah barat ke timur.
BACA JUGA: Lurah Maguwoharjo Tersangka Kasus Mafia Tanah Kas Desa Dipasangi Gelang Kaki GPS
Saat berpapasan, rombongan tersebut megeluarkan senjata tajam yang berbentuk celurit dan diarahkan ke dua warga tersebut. Atas kejadian tersebut, dua warga tersebut yang memutar arah motor dan mengejar rombongan.
Rombongan yang merupakan tiga remaja itu berhasil diberhentikan di Dusun Krinjing, Kalurahan Selopamioro, Imogiri. Dibantu warga setempat, mereka mengamankan rombongan sambil melaporkan kejadian ini ke Polsek Imogiri. “Berhasil mengamankan tiga orang anak tersebut dengan dibantu oleh warga sekitar,” katanya.
Ketiga remaja itu pun lalu dibawa ke Polsek Imogiri, Bantul untuk pemeriksaan lebih lanjut. Celurit yang dibawa ternyata berupa sebuah plat besi dari bahan seng gavalum yang dibuat berbentuk celurit. Benda ini dibawa oleh salah satu dari ketiga remaja tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.