Kekeringan hingga Oktober, DPRD Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
BPBD Distribusi air bersih kepada warga terdampak kekeringan. - Antara/HO-Dokumen Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY masih menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan meski sebagian daerah itu sudah dilanda hujan sejak akhir Oktober lalu. Hal ini diakibatkan turunnya hujan belum merata dan masih berintensitas rendah.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, data terakhir bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan ekstrem sudah mencapai angka 31 juta liter dan tersebar di 33 kapanewon. Menurutnya menjelang masuknya musim penghujan ini wilayah yang paling terdampak justru di Kabupaten Sleman.
BACA JUGA: Proyek Irigasi Gagal di Bantul Tidak Terkait Kasus SYL
"Sekarang yang tinggi dampaknya di Sleman, tapi Sleman utara kemarin sudah hujan meskipun masih sangat rendah," ujar Noviar Sabtu (4/11/2023).
Menurut Noviar, berdasarkan koordinasi pihaknya dengan BMKG masuknya musim penghujan di wilayah setempat berlangsung pada akhir November mendatang. Bantuan air bersih dari pihaknya pun masih disiagakan untuk masyarakat yang masih merasakan kesulitan air bersih.
"Selain dari pemerintah kita juga cukup terbantu dengan adanya bantuan dari pihak ketiga serta relawan-relawan yang memberikan sumbangan air," ucapnya.
BACA JUGA: Siang Hari Suhu Panas Jogja Mencapai 34 Derajat Celcius, Sleman Berpotensi Hujan Ringan
Menurut Noviar, hingga saat ini baru Kabupaten Kulonprogo saja yang mengakses anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk penanganan darurat kekeringan senilai Rp168 juta. Sementara kabupaten lain masih melakukan penanganan dengan anggaran APBD reguler.
"Semoga nanti di Desember musim hujannya sudah kembali normal. Hanya saja nanti yang kita waspadai di bulan Februari karena di sana musim hujan curah hujannya lebih tinggi, itu yang berpotensi akan bencana," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.