DPRD Sleman Evaluasi Kampus Mitra Program Beasiswa Sleman Pintar
DPRD Sleman mengevaluasi kampus mitra Program Beasiswa Sleman Pintar untuk memastikan program efektif dan mahasiswa lulus tepat waktu.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Wakil ketua DPRD Kulonprogo, Ponimin Budi Hartono, mengatakan jadwal penetapan APBD Kabupaten Kulonprogo 2024 mundur. Pengunduran tersebut, menurut dia dilatarbelakangi belum siapnya penetapan oleh pejabat eksekutif Kulonprogo.
“Awalnya akan ditetapkan 18 November 2023, tapi mundur jadi 25 November 2023. Eksekutif katanya belum siap [menetapkan],” kata Ponimin ditemui di kantornya, Senin (6/11/2023).
Baca Juga: APBD DIY Defisit Rp90 Miliar, Ini yang Kudu Dilakukan Pemda
Ponimin menambahkan APBD 2024 telah dipotong untuk penyelenggaraan Pilkada 2024. Anggaran Pilkada disalurkan dalam dua tahap, pertama tahun 2023 dan kedua 2024. Melalui APBD Perubahan 2023, anggaran telah dipotong 40%. Sementara 60% sisanya akan memotong dari APBD murni 2024.
“Sisa APBD murni 2024 akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Hanya pembangunan tidak akan dapat maksimal [karena kecilnya anggaran setelah pemotongan],” kata Ponimin ditemui di kantornya, Senin (6/11/2023). Sebab kecilnya anggaran, Pemkab akan mengandalkan sumber dana lain seperti DAK.
Baca Juga: Badan Anggaran DPRD Sleman Jadi Penjaga Gawang APBD
Sementara itu, Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulonprogo, Sri Sugiyarti, mengatakan tidak ada pengunduran jadwal penetapan APBD 2024.
“Tidak ada [pengunduran jadwal penetapan]. Aturannya kan penetapan APBD paling lambat 31 Desember. Jadi ya persetujuan dulu lah. Paling lambat 30 November,” kata Sri.
Menurut dia, penetapan memang belum dilakukan karena masih ada proses yang perlu dilalui seperti rapat kerja (raker). Sedangkan raker tersebut baru akan digelar pada Selasa (14/11/2023).
“Masih ada raker. Jika sudah deal antara eksekutif dan legislatif baru persetujuan bersama. Rencana raker hari Selasa pekan depan dan kemungkinan tidak hanya sekali,” katanya.
Baca Juga: Raperda APBD Perubahan 2023 Sleman Resmi Ditandatangani, Segini Besarannya
Terkait pemotongan APBD Perubahan 2023 dan Murni 2024, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulonprogo, Budi Hartono, mengatakan Pemkab telah menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) bersama KPU dan Bawaslu.
Hibah Pilkada 2024 tersebut mencapai Rp44,5 miliar. Angka itu dibagi untuk KPU sebesar Rp32,3 miliar dan Bawaslu Rp12,1 miliar. Penyaluran dilakukan dalam dua tahap yaitu tahun 2023 dengan persentase 40% dan 2024 sebesar 60%. Penyaluran tahapan pertama setidaknya akan dilakukan pada tanggal (9/11/2023).
Dasar pemberian hibah tersebut adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri No.41/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2019 Tentang Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Wali Kota Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mengevaluasi kampus mitra Program Beasiswa Sleman Pintar untuk memastikan program efektif dan mahasiswa lulus tepat waktu.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.