Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Sejumlah pengunjung sedang menyusuri aliran Kalisuci di Kalurahan Pacarejo, Semanu. Foto diambil pertengahan Oktober 2023./ Istimewa - dok.Dispar Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kemarau panjang berdampak terhadap menurunnya debit air di Sungai Kalisuci di Kalurahan Pacarejo, Semanu. Hal ini pun berdampak terhadap aktivitas cave tubing yang penyusurannya jadi lebih lama dari biasanya.
Salah satu pengelola wisata Cave Tubing Kalisuci, Winarto mengatakan, kemarau panjang yang terjadi di tahun ini berdampak menyusutnya aliran di Kalisuci. Penurunan debit antara 1-1,5 meter dari waktu normal.
Ia memastikan destinasi wisata cave tubing tetap buka seperti biasanya. Namun demikian, adanya penurunan debit di aliran Sungai berdampak terhadap aktivitas penyusuran.
Di waktu normal, waktu tempuh sekali penyusuran berlangsung sekitar satu jam. Namun pada saat sekarang, dengan jarak penyusuran yang sama jadi lebih lama antara 1,5-2 jam.
Kondisi ini terjadi karena aliran Sungai yang mengecil serta terjadi pendangkalan sehingga berpengaruh terhadap laju ban yang dipergunakan dalam penyusuran. “Tetap buka setiap hari guna melayani kunjungan wisatawan. Untuk pengunjung lokal [Indonesia] dipatok Rp120.000 per orang dan wisatawan asing Rp200.000 sekali penyusuran,” kata Winarto, Minggu (12/11/2023).
Disinggung mengenai kunjungan sekarang ini, ia mengakui kondisinya relatif sepi. Di hari biasa hanya ada kisaran 20 orang, sedangkan libur Sabtu-Minggu di kisaran 50 orang yang menyusuri Kalisuci.
BACA JUGA: Tutup 10 Hari Akibat Cuaca Ekstrem, Begini Kondisi Objek Wisata Kalisuci
Menurut dia, keberadan Cave Tubing Kalisuci merupakan salah satu wisata minat khusus di Gunungkidul. Oleh karenanya, ia mematikan keamanan menjadi prioritas utama dalam penyusuran.
Selain itu, juga diberlakukan pembatasan kunjungan. Setiap harinya pengelola membatasi kunjungan maksimal 250 orang.
“Setiap penyusuran wisatawan wajib menggunakan helm dan pelampung untuk keselamatan,” katanya.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Priyanta mengatakan, pihaknya sudah membuat surat edaran tentang peningkatan pengawasan terhadap atraksi wisata yang memiliki resiko tinggi. Langkah ini sebagai upaya keamanan dan kenyamanan selama kunjungan.
Dia menjelaskan, ada tujuh yang harus diperhatikan oleh pengelola seperti memastikan SOP yang berlaku sesuai dengan atraksi wisata secara konsisten dan disiplin. Menurutnya, di Gunungkidul banyak wisata minat khusus, salah satunya Cave Tubing Kalisuci.
Selain itu, juga ada imbauan perawatan secara berkala terhadap atraksi wisata yang dimiliki, dan melakukan penggantian apabila diperlukan. “Kami terus berupaya melakukan montoring agar wisata minat di Gunungkidul berkembang dan sisi keamanan juga benar-benar terjamin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.