Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan mulai turun di wilayah DIY, termasuk Bantul. Petani padi yang sebelumnya sempat mundur penanamannya, kini mulai menanam padi. Meski demikian, luasan panen tahun ini tetap berkurang cukup signifikan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan dalam prognosis akhir tahun, luasan panen padi tahun ini akan berkurang cukup banyak. “Luas panen kami turun sekitar 1.500-an hektare untuk padi,” ujarnya, Kamis (30/11/2023)
Namun ia memastikan luasan panen yang berkurang tersebut beralih ke tanaman palawija. “Beralih ke palawija, khususnya paling banyak kacang tanah, naik dari 500-an sekian hektare jadi 2.000-an sekian hektare. Jagung juga bagus,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Bantul Dorong Pertanian dan Perikanan Pansela untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2045
Peralihan jenis tanaman ini sudah ia sampaikan kepada para petani di awal tahun ini merespons prediksi adanya El Nino. “Bulan Maret-April kami sudah woro-woro ke petani untuk menanam tanaman yang tidak butuh banyak air,” ungkapnya.
Mulai pertengahan November ini, hujan sudah mulai turun di Bantul. Hal ini membuat petani yang tadinya sempat menunda, kini mulai menanam padi. Penanaman ini mundur dari musim tanam pada kondisi normal yakni sekitar bulan Oktober.
Baca Juga: Demi Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok, Pasar Murah Terus Digencarkan di Bantul
Penanam padi terutama digencarkan di wilayah yang berada di dataran rendah, yang memiliki cukup air. “Sekarang sudah mulai, kita gerakkan di November ini kita banyak tanam, luas tambah, di beberapa wilayah terutama wilayah bawah,” katanya.
Salah satu wilayah yang cukup lama menunda penanaman pada yakni di kalurahan Bangunjiwo, Kasihan. Di situ sekitar 100 hektare lahan sempat dianggurkan tanpa tanaman apapun karena tidak adanya sumber air utama.
Baca Juga: Lahan Pertanian di Bantul Berkurang 50 Ha Per Tahun, Pemkab: Produksi Terus Digenjot
Sementara untuk wilayah perbukitan, penanaman masih dilakukan dengan jenis tanaman palawija. “Untuk wilayah atas seperti Dlingo dan Imogiri yang mengandalkan curah hujan sudah banyak mengolah tanah, ditanam palawija,” kata dia.
Adapun untuk wilayah yang memiliki sumber air dan tidak terdampak kemarau panjang, petaninya sudah mulai menanam padi sesuai dengan musim tanam pada kondisi normal yakni pada Oktober lalu, seperti di wilayah Sewon dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ranu Regulo tetap dibuka meski sejumlah titik di Gunung Bromo terbakar. Wisatawan diminta waspada dan tidak menyalakan api.
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Astra Financial dan OJK mengukuhkan 1.000 Duta OJK Peduli di Jogja untuk memperluas literasi keuangan hingga ke masyarakat.
Kemensos mencatat lebih dari 10,8 juta keluarga mengajukan usulan baru bansos dan 82 ribu keluarga disanggah hingga September 2026.
Helikopter Polri mengevakuasi satu jenazah korban KM Virgo Transport 8 dari lokasi 30 NM dari daratan menuju Banjarmasin.