Anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan Soroti Ketahanan Pangan dan Ekonomi Tempel
Anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan mendorong penguatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kapanewon Tempel.
Minuman keras - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak enam remaja harus berurusan dengan polisi lantaran kedapatan berpesta minuman keras (miras) di sebuah rumah kosong Jl. Bakulan-Imogiri, Canden, Jetis, Bantul pada Minggu (10/12/2023) sekitar pukul 01.30 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyampaikan penangkapan tersebut dilakukan setelah Kanit Intelkam Aiptu Arif Hidayat melintas di lokasi tempat keenam remaja itu berpesta miras. “Atas kejadian dimaksud kemudian melaporkan kejadian kepada Piket Siaga SPKT Polsek Jetis,” katanya melalui telepon, Minggu (10/12/2023).
Dia menyampaikan keenam remaja yang diamankan terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan dengan rentang usia 13-25 tahun.
Jeffry menyampaikan remaja tersebut mengaku saling mengenal dan telah berulang kali berkumpul di rumah kosong tersebut pada malam hingga dini hari.
BACA JUGA: Korban Miras Oplosan Kembali Marak, JPW: Seperti Lepas Kepala, Ekor Dipegang
Menurut Jeffry, beberapa remaja tersebut pun sebelumnya pernah diamankan Polsek Jetis pada Rabu (25/10/2023) karena kedapatan berkumpul hingga malam hari dan ditemukan botol miras di sekitar lokasi penangkapan.
“Pada waktu diamankan didapati miras setengah botol dalam botol air mineral 600 ml. Tidak menutup kemungkinan rumah kosong tersebut dijadikan basecamp tempat pesta miras dan seks,” katanya.
Menurut Jeffry, Polsek Jetis segera melakukan pendataan dan pembinaan terhadap keenam remaja tersebut agar tidak mengulangi perbuatannya. Setelah selesai dilakukan pembinaan, sekitar pukul 03.05 WIB, orang tua dan wali menjemput remaja tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan mendorong penguatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kapanewon Tempel.
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.