Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kepala Dinas Pariwisata, Kwintarto Heru Prabowo membuka FGD Paparan Akhir Grand Design Bantul Bumi Mataram, di Tembi Rumah Budaya, Senin (11/12/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Kabupaten Bantul memiliki banyak situs sejarah baik dari masa Hindu-Buddha hingga Mataram Islam. Mengacu hal tersebut, saat ini Pemkab Bantul tengah merumuskan branding yang tepat untuk Kabupaten Bantul.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menjelaskan beberapa tahun yang lalu Dinas Pariwisata menggagas Bantul Bumi Mataram sebagai branding pariwisata Bantul. Namun dari perkembangan sejauh ini, branding tersebut akan digunakan sebagai roadmap yang akan diwujudkan Bantul
“Hasil diskusi dengan mitra, ada beberqpa perkembangan, konsep ini harapanya bisa menjadi blueprint atau roadmap yang perlu diwujudkan di Bantul. Sehingga tidak cukup dari pariwisata saja yang melaksanakan,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Paparan Akhir Grand Design Bantul Bumi Mataram di Tembi Rumah Budaya, Senin (11/12/2023).
Dari hasil diskusi sejauh ini setidaknya terdapat tiga alternatif branding Bantul, yakni Bantul Bumi Mataram atau Bantul The Land of Mataram; Bantul Cikal Bakal Mataram atau Bantul The Origin of Mataram; dan Bantul Jiwa Mataram atau Bantul The Soul of Mataram.
“Harapanya yakni pada keberlanjutannya, sustainable-nya, dampak, manfaat untuk masyarakat, tidak sekadar gagah-gagahan atau menjadi ciri khas Bantul. Keterkenalan Bantul harus melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan dari ketiga alternatif tersebut, The Origin of Mataram menurutnya menjadi yang paling sesuai untuk Bantul. “Kalau The Land of Mataram, bukankah Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo juga The Land of Mataram. Bahkan Magelang dan Purworejo juga. Ini tidak spesifik Bantul,” katanya.
Kemudian jika The Soul of Mataram terlalu mengawang-awang dan sulit dicerna. Sementara jika The Origin of Mataram, ini dianggap sesuai karena Bantul memiliki keunggulan dibanding daerah lainnya di DIY yang bisa menjadikannya sebagai The Origin of Mataram.
“Secara sejarah dan jejak-jejak sejarah bisa kami klaim bahwa Bantul memang The Origin of Mataram. Panembahan Senopati membangun Kraton pertama kalinya di wilayah Bantul. Sultan Agung membangun Kraton di Pleret. Lalu seluruh Raja Mataram memilih tempat peristirahatan terakhir juga di Bantul,” paparnya.
BACA JUGA: Ditemukan Situs Bangunan Keputren di Pleret, Begini Struktur yang Diekskavasi
Ketua Badan Promosi Pariwista Daerah, GKR Bendara, menuturkan sangat setuju dengan kata ‘The Origin’ karena memang di Bantul terdapat cikal bakal Mataram. “Ini bisa dikembangkan tidak hanya dari segi wisatanya saja,” katanya.
Pemkab Bantul bisa melibatkan Dinas Kebudayaan dan Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) wilayah X, karena mereka sudah memiliki kajian terkait cikal bakal Mataram. “Bagaimana kehidupan jaman dahulu semoga bisa diterjemahkan dalam planning ini,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Polri mengungkap jaringan judi daring dengan omzet Rp7,5 miliar per bulan dan memblokir 42 rekening terkait perkara tersebut.
Bansos cash transfer akan diuji coba awal 2027. Luhut menyebut pemerintah juga melibatkan Pemda dalam pendataan penerima bansos.
Pendapatan Kulonprogo diproyeksikan turun Rp97,25 miliar. DPRD mendorong Pemkab mengoptimalkan potensi YIA dan kawasan industri.
Kejagung mendalami dugaan aliran Rp40 miliar dari Tan Kian kepada Febrie Adriansyah dalam perkara korupsi dan TPPU.
BSI memperluas akses pembiayaan rumah pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui BSI Griya MLT dengan skema syariah hingga 30 tahun.