Pria Lansia Meninggal di Hotel Parangtritis Saat Bersama Perempuan
Pria berinisial P, 70, meninggal dunia di hotel kawasan Pantai Parangtritis, Bantul. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Ilustrasi investasi./Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menyebutkan realisasi investasi di wilayahnya sampai dengan triwulan ketiga III/2023 berjalan cukup sukses meski tahun ini masih berjalan. Dari target yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebesar Rp2,82 triliun untuk tahun 2023 sampai dengan TW III sudah tercapai dan diperkirakan bisa melewati target jika tahun ini rampung.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY Agus Priyono mengatakan sejauh ini realisasi investasi DIY cukup bagus untuk tahun 2023. "Sejauh ini sampai TW III dari target dan realisasi cukup bagus. Tiap tahun kan kita ditargetkan pusat. Alhamdulillah angka sementara target yang ditetapkan pusat Rp2,82 triliun terlampaui," katanya, Selasa (19/12/2023).
Menurutnya, sektor yang kontribusinya tertinggi ada di bidang hotel dan resto. "Sektor yang tahun ini bagus ada hotel dan resto, jasa lainnya, perumahan, kawasan industri, perdagangan, dan transportasi. Untuk semester 1 terbesar hotel dan resto, kedua jasa lainnya," kata Agus.
Sementara daerah yang paling banyak diincar oleh investor untuk ditanamkan modalnya sampai dengan semester 1 lalu ada di wilayah Sleman, kemudian disusul Kota Jogja, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul. "Tapi itu angka sementara belum tentu di akhir tahun sama, bisa jadi berubah. Begitu juga untuk sektor tertingginya, karena kan 2023 masih berjalan dan bisa dilihat itu paling Januari 2024 secara keseluruhan," jelasnya.
Baca Juga:
Pemda DIY Tawarkan Investasi kepada Swiss, Mulai dari soal Air hingga Aerotropolis
Jadi Gerbang Depan DIY, Pemkab Bantul Belum Terima Tawaran Investasi di Pantai Selatan
Target Investasi Kota Jogja Tahun Ini Rp733 Miliar, Ini Jumlah yang Sudah Tercapai
Agus menyebutkan pada tahun depan, Pemerintah Pusat menargetkan Pemda DIY meraup investasi sebesar Rp3,2 triliun. "Tentu kita akan pasang strategi agar itu tercapai. Saya juga sudah punya rencana ke depan dan pasti optimistis itu tercapai," ujarnya.
Dia menambahkan kalkulasi untuk investasi di tahun depan tentu belum bisa dilihat secara keseluruhan di tahun ini. Hanya pihaknya yakin dengan strategi yang dijalankan target yang ditetapkan oleh pusat itu bisa dicapai sampai dengan akhir tahun 2024.
"Tahun depan dengan target Rp3,2 triliun tentunya harus pasang strategi agar target tercapai. Kan tergantung kita yang potensial sektor apa yang bisa mengangkat atau digerak realisasi investasi DIY," ungkapnya.
Agus menyatakan koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten kota juga akan dijalankan agar target itu tercapai. "Kita juga akan rutin rapat bersama kabupaten kota untuk membahas strategi, kami biasanya setiap tiga bulan rakor dan lihat seperti apa angkanya dan apa yang harus dilakukan. Inovasi untuk meningkatkan investasi apa saja," kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial P, 70, meninggal dunia di hotel kawasan Pantai Parangtritis, Bantul. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
BI menyiapkan GPIPS untuk memperkuat pengendalian inflasi pangan dan menjaga stabilitas harga melalui penguatan produksi serta distribusi.
Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Banyumas ditargetkan dimulai Oktober 2026 dan mulai beroperasi pada tahun depan.
KPU Kulonprogo menyiapkan kurikulum demokrasi yang terintegrasi dalam mata pelajaran Pancasila atau PKN di sekolah dan madrasah.
Sleman memberangkatkan 325 KK transmigran selama 2010-2024. Pemberangkatan terbanyak terjadi pada 2012 setelah erupsi Gunung Merapi.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.